Hadir di Jakarta, Universitas Ciputra Perkuat Pendidikan Entrepreneurship

Hadir di Jakarta, Universitas Ciputra Perkuat Pendidikan Entrepreneurship

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:00
share

Setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan berbasis entrepreneurship di Surabaya, Universitas Ciputra memperluas kontribusinya ke Jakarta melalui Universitas Ciputra Jakarta. UC Jakarta akan mulai beroperasi pada September 2026.

Dalam kesempatan ini, Prof. Christina Eviutami Mediastika telah dikukuhkan sebagai Campus Director dan Winarto Poernomo sebagai Vice Campus Director for Operational Affairs.

Kehadiran UC Jakarta menjadi bagian dari langkah Universitas Ciputra untuk memperluas dampak pendidikan entrepreneurship ke ekosistem yang lebih luas.

Baca juga: Cerita Ayyub Jadi Lulusan Termuda Sarjana Terapan UGM, Lulus di Usia 20 Tahun

Berada di Jakarta yang merupakan pusat bisnis, industri kreatif, teknologi, pemerintahan, dan berbagai aktivitas ekonomi nasional, UC Jakarta diarahkan untuk mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis serta jejaring dunia profesional.Prof. Wirawan E.D. Radianto, Rektor Universitas Ciputra, mengatakan pengalaman lebih dari 20 tahun menjadi fondasi penting dalam pengembangan UC Jakarta.

“Universitas Ciputra Jakarta dibangun dengan membawa pengalaman dan fondasi yang telah dikembangkan Universitas Ciputra selama lebih dari dua dekade. Namun, kami juga melihat bahwa setiap ekosistem memiliki karakter yang berbeda. Kehadiran di Jakarta memberikan kesempatan bagi UC untuk memperluas jejaring, kolaborasi, dan pengalaman belajar mahasiswa melalui kedekatan dengan dunia industri dan profesional,” ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga: Wamen Stella Ungkap Skill yang Dibutuhkan Mahasiswa untuk Hadapi Era Green Jobs

Menurut Wirawan, perkembangan teknologi juga mendorong perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, dan menciptakan nilai di tengah perubahan.

Sementara penunjukan Prof. Christina Eviutami Mediastika sekaligus menjadikannya perempuan pertama yang memimpin UC Jakarta.Christina merupakan akademisi dan profesor di bidang akustika arsitektur. Pengalaman akademik dan penelitiannya membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk research fellowship, visiting professor, serta sebagai assessor FIBAA dan ACQUIN.

Ia juga telah melakukan perjalanan akademik dan riset ke 56 negara. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun lingkungan akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi lintas disiplin, serta kebutuhan masyarakat.

Christina mengatakan, UC Jakarta akan diarahkan menjadi lingkungan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar tidak hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari persoalan dan peluang yang ada di dunia nyata.

“Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak. Di Jakarta, kami ingin mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mencoba gagasan, berkolaborasi, dan belajar dari berbagai persoalan nyata,” katanya.

Menurut Christina, mahasiswa generasi saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung semakin cepat. Karena itu, pendidikan tinggi perlu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi, serta berani bereksperimen.Sejumlah fasilitas pembelajaran antara lain auditorium, perpustakaan dengan ruang diskusi dan collaborative learning, thematic learning pods, Limbo Photo Studio Lab, serta Integrated Kitchen and Restaurant Lab. Infrastruktur teknologi juga diterapkan untuk mendukung keamanan dan aktivitas kampus, termasuk face recognition gate dan sistem CCTV di berbagai area.

Namun, bagi Universitas Ciputra, pembangunan UC Jakarta tidak semata-mata ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan baru.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya sebuah kampus, tetapi sebuah lingkungan belajar yang membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertemu dengan dunia nyata, melihat persoalan, menemukan peluang, dan kemudian mencoba menciptakan solusi. Itulah semangat entrepreneurship yang ingin kami bawa ke Jakarta,” pungkas Christina.

Topik Menarik