Benarkah Berkeringat Otomatis Membakar Kalori?
JAKARTA - Saat berolahraga dan tubuh memproduksi keringat seringkali orang berpikir bahwa itu adalah bukti bahwa banyak kalori yang terbakar. Betul, berkeringat bisa jadi tanda kalau tubuhmu sedang bekerja keras. Tetapi, keringat dan kalori yang terbakar sebenarnya tidak selalu berhubungan erat.
Melansir Healthline, keringat adalah cara alami tubuh untuk mendinginkan suhu, bukan tanda bahwa kamu sedang membakar lemak. Walaupun berkeringat bisa menurunkan berat badan sementara karena cairan tubuh yang keluar, ini bukan berarti olahragamu lebih efektif atau berhasil membakar kalori lebih banyak.
Apakah Keringat Membakar Kalori?
Jawabannya adalah tidak. Kalori yang kamu bakar saat berolahraga sebagian besar berasal dari aktivitas fisik itu sendiri, seperti saat kamu menggerakkan otot, meningkatkan detak jantung, dan menggunakan energi.
Jumlah keringat sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, kelembapan, pakaian, ukuran tubuh, dan genetik. Sebagai contoh, kamu mungkin berkeringat deras saat melakukan yoga santai di ruangan yang panas, tetapi kalori yang terbakar bisa saja lebih sedikit daripada orang yang melakukan olahraga intensitas tinggi di ruangan yang sejuk.
Apakah Keringat Bisa Jadi Patokan Intensitas Olahraga?
Keringat bukanlah ukuran yang bisa diandalkan untuk menilai seberapa keras kamu berolahraga. Daripada melihat jumlah keringat, lebih baik gunakan tiga indikator ini:
- Detak jantung: Detak jantung yang lebih cepat biasanya menunjukkan kerja jantung dan paru-paru yang lebih besar.
- Tingkat pengerahan tenaga (RPE): Ini adalah skala perasaanmu sendiri tentang seberapa berat olahraga tersebut, dari sangat mudah hingga sangat sulit.
- Tes bicara: Saat melakukan olahraga intensitas sedang, kamu seharusnya masih bisa mengobrol santai tetapi tak bisa bernyanyi. Jika olahraganya berat, berbicara satu kalimat pun pasti akan sulit.
Bagaimana dengan Olahraga di Ruangan Panas?
Olahraga di ruangan panas, seperti hot yoga atau hot cycling mungkin terasa lebih melelahkan karena tubuh harus bekerja ekstra untuk menyeimbangkan suhu. Walaupun hal ini membuat detak jantung naik dan keringat bercucuran, bukan berarti kamu membakar kalori jauh lebih banyak. Beban tambahan ini lebih terkait dengan kerja tubuh mengatur suhu, bukan membakar lemak.
Benarkah Sauna Bantu Bakar Kalori?
Bersantai di tempat bersuhu panas seperti sauna memang bisa menaikkan detak jantung. Namun, kalori yang terbakar sangatlah kecil jika dibandingkan dengan saat kamu aktif bergerak. Berkeringat di sauna tidak berarti kamu membakar lemak, dan berat badan yang turun setelahnya murni hanyalah cairan tubuh yang hilang.
Keringat Bisa Bikin Dehidrasi
Risiko dari berkeringat berlebihan adalah dehidrasi. Kehilangan terlalu banyak cairan bisa menyebabkan pusing, lelah, linglung, dan performa yang menurun. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu minum air yang cukup saat berolahraga.
Keringat mungkin membuat berat air di dalam tubuhmu berkurang sementara, sehingga berat badanmu tampak turun, tetapi air itu akan kembali setelah kamu minum. Intinya, jenis, durasi, dan intensitas olahragalah yang jauh lebih penting untuk membakar kalori dibandingkan seberapa deras keringatmu!









