Tempat Hiburan Kini Harus Instagramable, Bukan Sekadar Seru
Tempat hiburan kini tak lagi sekadar menjadi ruang untuk bermain dan menghabiskan waktu luang. Di tengah kebiasaan masyarakat berburu konten di media sosial, pengalaman yang didapat di sebuah arena hiburan juga menjadi bagian dari daya tarik.Fenomena ini ikut mengubah wajah industri location-based entertainment atau hiburan berbasis tempat di Indonesia.
Pengunjung kini tidak hanya mencari permainan yang seru, tetapi juga pengalaman yang menarik secara visual dan bisa dibagikan ke media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Perubahan tersebut menjadi salah satu tren yang dibahas dalam diskusi Future of Play Indonesia 2026 dalam gelaran 6th Fun Asia Expo di Jakarta. Chief Executive Officer Mitra Gamesindo, Soen Andy Sunjaya, mengatakan inovasi menjadi salah satu kunci agar sebuah tempat hiburan dapat terus mempertahankan minat pengunjung.
Baca Juga : Industri Rekreasi Indonesia Makin Menjanjikan, Mulai Dilirik Investor
“Di industri ini, jika Anda tidak berinovasi atau tidak mengikuti arus pasar, Anda tidak akan bertahan,” ujar Andy.Menurutnya, operator tempat hiburan kini harus terus melakukan penyegaran terhadap wahana yang ditawarkan. Pasalnya, ketertarikan pengunjung terhadap satu jenis mesin permainan semakin cepat berganti.
Usia retensi antusiasme pengunjung terhadap satu jenis mesin permainan saat ini disebut hanya berkisar dua hingga tiga tahun. Artinya, arena hiburan tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis permainan dalam waktu panjang.
Wahana baru, pengalaman berbeda, hingga konsep yang menarik secara visual menjadi bagian dari strategi untuk membuat pengunjung kembali. Perubahan perilaku konsumen juga terlihat dari semakin mudahnya masyarakat mengikuti tren permainan dari berbagai negara.
Corporate System Manager Funworld Indonesia, Melvyn Sutiono, mengatakan konsumen Indonesia kini semakin teredukasi dengan perkembangan gim dari luar negeri.
Baca Juga : Tren Wahana Canggih Siap Ubah Wajah Wisata Rekreasi IndonesiaKondisi tersebut membuat pengunjung memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap tempat hiburan yang mereka datangi. Mereka tidak hanya mengharapkan permainan yang menghibur, tetapi juga wahana interaktif dan pengalaman yang dianggap memiliki standar internasional.
Karena itu, ekspansi gim baru, wahana interaktif, hingga lisensi eksklusif menjadi bagian dari persaingan industri hiburan. Di sisi lain, pengalaman pengunjung tidak hanya ditentukan oleh banyaknya mesin permainan yang tersedia.
Sementara itu, General Manager CBCN Indonesia, Mercedes Amanda, menilai operator juga harus memahami kebiasaan masyarakat di lokasi tempat mereka membuka arena hiburan.
Menurutnya, riset perlu dilakukan mulai dari daya beli masyarakat setempat, preferensi budaya, hingga kebutuhan yang lebih spesifik sebelum sebuah bisnis rekreasi dibangun.
Hal tersebut termasuk memperhatikan aspek pada area makanan dan minuman, seperti sertifikasi halal. Pasalnya, tempat hiburan yang terlihat menarik belum tentu mampu mempertahankan pengunjung jika tidak memiliki strategi operasional dan pemasaran yang matang.









