Diam-Diam Gerogoti Tubuh, 3 Penyakit Ini Bisa Bikin Stroke hingga Gagal Ginjal
JAKARTA, iNews.id - Diam-diam menggerogoti tubuh tanpa menimbulkan gejala, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi menjadi tiga penyakit yang perlu diwaspadai. Jika tidak dikendalikan, ketiganya dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, serangan jantung hingga gagal ginjal.
Banyak orang tetap menjalani aktivitas sehari-hari karena merasa tubuhnya sehat. Padahal, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, maupun gangguan lemak darah dapat berkembang tanpa disadari.
Kondisi tersebut terungkap melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan Kementerian Kesehatan. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 73 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan menemukan jutaan peserta mengalami masalah kesehatan yang sebelumnya tidak mereka sadari.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Profesor dr Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D mengatakan, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dirinya mengalami hipertensi maupun diabetes.
“Orang hipertensi enggak tahu kalau dia hipertensi. Orang diabetes enggak tahu kalau dia diabetes,” ujarnya.
Menurut Dante, kondisi tersebut terlihat dalam sebuah studi di Jakarta. Dari setiap delapan orang, satu di antaranya mengalami diabetes.
1. Hipertensi
Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Seseorang dapat tetap beraktivitas normal meski tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal.
Data CKG hingga akhir Juli 2026 menemukan 4,9 juta orang mengalami hipertensi. Selain itu, sebanyak 5,5 juta peserta berada dalam kondisi prehipertensi.
Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah dan organ vital. Kondisi tersebut meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk stroke, penyakit jantung dan gangguan ginjal.
2. Diabetes
Diabetes juga dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari. Ketika kadar gula darah terus tinggi, pembuluh darah dan berbagai organ tubuh dapat mengalami kerusakan.
Dari hasil CKG, hampir 1 juta orang terdiagnosis diabetes. Sementara itu, sekitar 1,9 juta peserta lainnya berada dalam kondisi prediabetes.
Dante mengatakan banyak masyarakat belum mengetahui dirinya mengalami diabetes. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan menjadi penting untuk menemukan penyakit sebelum berkembang menjadi komplikasi.
3. Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi menjadi kondisi lain yang perlu diperhatikan karena sering tidak menimbulkan gejala khas. Gangguan lemak darah dapat diketahui melalui pemeriksaan, bukan hanya berdasarkan kondisi tubuh yang dirasakan sehari-hari.
Data CKG juga menemukan ratusan ribu peserta mengalami gangguan lemak darah atau dislipidemia. Jika berlangsung dalam waktu lama dan tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap penyumbatan pembuluh darah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah kini memprioritaskan hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Ketiganya dinilai menjadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian.
“Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, penyakit stroke, jantung, ginjal, tiga dari empat penyakit pembunuh utama itu bisa kita kurangi,” ujarnya.
Bukan Sekadar Menemukan Penyakit
Program Cek Kesehatan Gratis kini tidak hanya diarahkan untuk menemukan penyakit lebih awal. Pemerintah mulai fokus memastikan masyarakat yang telah terdeteksi mengalami masalah kesehatan mendapatkan pengobatan dan perawatan.
“Tahun lalu kita fokusnya ke ngeceknya. Tahun ini kita fokus mulai tata laksananya, pengobatannya, perawatannya,” kata Budi.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi mengungkapkan, evaluasi di sejumlah puskesmas masih menemukan peserta CKG yang belum melanjutkan pengobatan meski sudah mengetahui kondisi kesehatannya.
Dalam uji petik di sejumlah puskesmas, sekitar 43 hingga 62 persen pasien langsung mendapatkan terapi setelah terdeteksi mengalami hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi. Pemerintah juga menyediakan obat gratis selama 15 hari pertama sebelum pengobatan dilanjutkan melalui BPJS Kesehatan.
Temuan tersebut menunjukkan deteksi dini harus diikuti dengan pengobatan dan perawatan. Mengetahui penyakit lebih awal tidak akan memberikan manfaat maksimal jika pasien tidak melanjutkan penanganan.
Karena itu, masyarakat tidak disarankan menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan penyakit yang berkembang diam-diam sebelum menimbulkan komplikasi lebih berat.
Merasa sehat bukan berarti tubuh benar-benar bebas dari penyakit. Hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berlangsung tanpa gejala, tetapi bila tidak dikendalikan berpotensi membuka jalan menuju stroke, penyakit jantung hingga gagal ginjal.









