KKN Tematik 2026 di Agam Libatkan 217 Mahasiswa dari 34 Perguruan Tinggi

KKN Tematik 2026 di Agam Libatkan 217 Mahasiswa dari 34 Perguruan Tinggi

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:33
share

Kolaborasi LLDikti Wilayah III dan LLDikti Wilayah X melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melibatkan 217 peserta dari 34 perguruan tinggi.

Program yang berlangsung selama 10 hari sejak 1 Agustus 2026 itu ditutup di Aula Universitas Fort de Kock (UFdK), Bukittinggi, Senin (10/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Bangkik Basamo Mambangun Nagari”.

Baca juga: KKN Tematik LLDikti X-III di Palembayan Ditutup, 34 Kampus Kolaborasi Pascabencana

Rektor Universitas Budi Luhur, Jakarta, Prof. Dr. Ir. Arief Wibowo, M.Kom., selaku ketua panitia wilayah Jakarta, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dampak perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Menurut Arief, LLDikti Wilayah III menunjuk Universitas Budi Luhur sebagai focal point di wilayah Jakarta, sedangkan LLDikti Wilayah X menunjuk Universitas Fort de Kock sebagai focal point di Sumatera Barat.“Kolaborasi ini menghasilkan sebuah rekor peserta KKN Tematik terbesar di Indonesia yaitu sebanyak 217 peserta dari 34 perguruan tinggi,” kata Arief.

Baca juga: MNC University Turut Ambil Bagian dalam KKN Tematik LLDIKTI III dan X di Kabupaten Agam

Ia mengatakan kegiatan tersebut dirancang melalui empat bidang utama, yakni pendidikan, ekonomi kreatif, pertanian, dan kesehatan. Pelaksanaan program melibatkan dosen pembimbing lapangan yang mendampingi mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian.

Kegiatan dipusatkan di dua nagari, yakni Salareh Aia dan Salareh Aia Timur. Masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program, terutama dalam pengembangan potensi lokal dan penguatan kapasitas masyarakat setelah bencana.

Arief menyebut dukungan pemerintah daerah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Agam hingga pemerintahan nagari, turut membantu pelaksanaan kegiatan.“Indonesia masih bisa dirawat, dijaga, dibangun dengan kebersamaan melalui kolaborasi perguruan tinggi yang berdampak,” ujarnya.

Rektor UFdK Prof. Dr. Evi Hasnita, S.Pd., M.Kes., selaku ketua panitia wilayah Sumatera Barat, mengatakan Palembayan dipilih karena wilayah tersebut termasuk daerah yang terdampak bencana.

“Kita ketahui bahwa Agam sangat terdampak bencana kemarin itu dan kita memilih Palembayan itu adalah karena banyak korban di sana,” kata Evi.

Ia menambahkan, KKN Tematik diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian selama 10 hari, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

MNC University menjadi salah satu perguruan tinggi peserta dengan mengirimkan lima mahasiswa dan seorang dosen pendamping lapangan. Tim tersebut mengembangkan program pembuatan video profil desa dengan mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Salareh Aia Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata dan produk masyarakat setempat melalui media digital.

Topik Menarik