Fakta-Fakta Mimpi Buruk di Pagi Hari Lebih Nyata dan Menakutkan
JAKARTA, iNews.id - Mimpi buruk di pagi hari sering kali terasa lebih nyata, emosional, dan bahkan membuat seseorang bingung membedakan antara mimpi dengan kejadian sebenarnya. Kondisi ini dapat berkaitan dengan fase Rapid Eye Movement (REM), terutama ketika seseorang kembali tidur setelah sempat terbangun.
Fenomena tersebut juga bisa terjadi ketika seseorang mematikan alarm kemudian memilih tidur lagi. Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi konsultan ginjal dan hipertensi (nefrologi), dr Decsa Medika Hertanto, menjelaskan kondisi ini berkaitan dengan sleep inertia dan perubahan fase tidur.
Berikut fakta-fakta mengenai mimpi buruk di pagi hari:
1. Mimpi Pagi Hari Bisa Terasa Sangat Nyata
Mimpi yang terjadi menjelang pagi dapat terasa lebih hidup atau vivid. Salah satu alasannya adalah fase REM yang cenderung berlangsung lebih lama pada bagian akhir periode tidur.
Dalam kondisi REM, aktivitas otak yang berkaitan dengan emosi dan memori tetap tinggi. Hal ini dapat membuat pengalaman dalam mimpi terasa kuat dan emosional.
2. Tidur Lagi setelah Alarm Bisa Memicu Mimpi Intens
Kebiasaan mematikan alarm kemudian tidur kembali dapat membuat seseorang kembali memasuki fase tidur yang berkaitan dengan mimpi.
dr Decsa menjelaskan bahwa ketika seseorang kembali tidur setelah terbangun, otak dapat lebih cepat memasuki fase REM.
“Menurut riset, aliran darah ke prefrontal butuh 5 sampai 30 menit buat balik normal. Nah, kalau di fase ini kalian tidur lagi, otak itu langsung lompat ke fase rapid eye movement atau REM, fase mimpi. Karena pagi hari, otak udah lapar untuk masuk ke fase mimpi,” kata dr. Decsa.
3. Ada Fenomena REM Rebound
Tidur yang terpotong dapat berkaitan dengan fenomena REM rebound. Kondisi tersebut membuat otak memasuki fase REM lebih cepat dan intens.
“Plus ada fenomena namanya REM rebound. Tidur kepotong bikin otak balas dendam masuk REM lebih cepat dan lebih intens. Hasilnya, mimpi jadi panjang, vivid, terasa real,” tambahnya.
4. Emosi dalam Mimpi Bisa Terasa Lebih Kuat
Saat fase REM, beberapa bagian otak yang berhubungan dengan emosi dan memori sangat aktif. Kondisi ini dapat membuat mimpi terasa lebih emosional.
Menurut dr Decsa, amigdala dan hipokampus menjadi bagian yang aktif dalam kondisi tersebut, sedangkan prefrontal cortex belum bekerja secara optimal.
“Apalagi di fase REM, amigdala dan hipokampus pusat emosi aktif banget. Sementara prefrontal kita hampir off. Makanya mimpinya emosional dan absurd,” katanya.
5. Mimpi Buruk Tidak Selalu Berarti Ada Masalah Serius
Mimpi buruk sesekali merupakan pengalaman yang dapat dialami banyak orang. Mimpi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan tertentu.
Namun, jika mimpi buruk terjadi sangat sering hingga mengganggu kualitas tidur atau aktivitas pada siang hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan dan dapat dikonsultasikan kepada tenaga medis.
6. Sleep Inertia Bisa Membuat Bangun Terasa Tidak Nyaman
Selain mimpi yang terasa nyata, seseorang juga dapat mengalami sleep inertia, yakni kondisi ketika otak belum sepenuhnya kembali aktif setelah bangun.
dr Decsa menggambarkan kondisi tersebut seperti sebuah kantor dengan berbagai divisi yang tidak masuk secara bersamaan.
“Ada penjelasan ilmiahnya. Namanya sleep inertia. Bayangin otak kalian itu kantor dengan banyak divisi. Pas alarm bunyi, tit-tit-tit, enggak semua divisi masuk bareng. Divisi gerak badan duluan, makanya bisa jalan ke kamar mandi. Tapi divisi mikir logis, alias cortex prefrontal, itu kayak bosnya yang masih ngopi di kafe. Telat masuk sampai 30 menit,” katanya.
7. Ada Cara Sederhana untuk Membantu Tubuh Lebih Cepat Terjaga
Untuk mengurangi rasa tidak nyaman setelah bangun, dr. Decsa menyarankan agar seseorang tidak langsung kembali tidur apabila waktu istirahat malam sudah mencukupi.
“Nah jadi, kalau udah bangun pagi, mending kena sinar matahari langsung, minum air putih, gerak ringan. Daripada tidur lagi yang malah bikin pusing dan dihantui mimpi-mimpi yang aneh,” ujarnya.
Dengan memahami mekanisme tidur, mimpi buruk atau mimpi yang terasa sangat nyata di pagi hari tidak perlu selalu dikaitkan dengan hal mistis. Fenomena tersebut dapat berkaitan dengan bagaimana otak berpindah dari kondisi tidur menuju keadaan terjaga.










