Kenapa Oatmeal Bisa Turunkan Kolesterol untuk Sebagian Orang? Ini Faktanya
JAKARTA - Oatmeal sudah lama dianggap sebagai makanan sehat untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung. Baik dimakan sebagai oatmeal instan buat sarapan atau dimasukkan ke dalam menu makanan sehat harian, oatmeal sangat populer di kalangan orang-orang yang peduli kesehatan.
Tapi, ada satu pertanyaan yang sering muncul: kenapa kolesterol sebagian orang bisa turun drastis setelah makan oatmeal, sementara yang lain tidak merasakan perubahan apapun meski sudah mengonsumsinya dalam waktu lama?
Melansir The Standard, dr. Wang Szu-heng dari sebuah klinik rehabilitasi menyebut, penelitian medis menunjukkan kalau efek maksimal dari oatmeal sebenarnya sangat berhubungan dengan mikrobioma usus atau bakteri usus di dalam tubuh masing-masing orang.
Dokter Wang menjelaskan oatmeal mengandung serat makanan beta-glukan. Serat yang larut dalam air ini akan membentuk tekstur kental saat terkena air.
Nah, begitu sampai di usus, ia bekerja layaknya magnet yang membantu mengikat kolesterol dari makanan dan cairan empedu dari pencernaan, lalu membuangnya ke luar tubuh. Itulah penjelasan ilmiah tentang bagaimana oatmeal bisa menurunkan kolesterol.
Lebih lanjut, dr. Wang menyoroti kalau selain kaya serat, oat juga mengandung banyak antioksidan polifenol. Dalam sebuah studi klinis, para peneliti memberikan oatmeal kepada peserta yang memiliki masalah sindrom metabolik. Hasilnya, kadar produk olahan dari polifenol di dalam darah para peserta meningkat secara signifikan.
Polifenol asli dari oat itu sulit diserap langsung oleh usus manusia. Senyawa ini harus dipecah dan diproses dulu oleh bakteri probiotik di dalam usus, lalu diubah menjadi bentuk baru yang bisa digunakan oleh tubuh.
Eksperimen lanjutan menunjukkan bahwa polifenol yang diproses oleh bakteri usus ini, begitu masuk ke aliran darah, akan mengganggu mekanisme produksi kolesterol alami tubuh.
Hebatnya, cara kerjanya sangat mirip dengan obat statin (obat penurun kolesterol) yang sering diresepkan dokter.
Makan Cuma Oatmeal 3 Kali Sehari Itu Diet Ekstrem
Penelitian tersebut juga menguji pola makan yang berbeda. Ada satu kelompok yang cuma makan oatmeal tiga kali sehari selama dua hari berturut-turut. Hasilnya memang menunjukkan bahwa kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) mereka turun masing-masing sekitar 8 persen dan 10 persen.
Namun, dr. Wang mengingatkan bahwa cara agresif ini mungkin bekerja cepat semata-mata karena tubuh mengalami defisit kalori (pada dasarnya sama dengan diet ekstrem). Kamu tidak perlu memakai cara ekstrem dengan makan oatmeal setiap kali makan.
Cukup masukkan oatmeal ke dalam menu harianmu, misalnya sebagai pilihan sarapan sehat. Konsumsi yang konsisten dan teratur akan membantu membangun mikrobioma usus yang sehat, sehingga tubuhmu bisa menjaga kesehatan pembuluh darah dengan lebih optimal.
Dokter Wang secara khusus berpesan, kalau kamu sudah didiagnosis punya kolesterol tinggi dan sedang minum obat dari dokter, oatmeal cuma berperan sebagai asupan pendukung. Jangan pernah menghentikan konsumsi obat tanpa anjuran dokter!









