Sedang Program Hamil? Pria Disarankan Hindari 3 Makanan Ini
Menjalani program kehamilan menjadi salah satu fase penting bagi pasangan yang tengah menantikan kehadiran buah hati. Tak hanya perempuan, pria juga perlu menjaga pola hidup dan memperhatikan asupan makanan karena kualitas sperma dapat memengaruhi peluang keberhasilan program hamil.
Selain mengikuti saran dan metode yang dianjurkan dokter, ada beberapa jenis makanan yang disebut perlu dibatasi selama menjalani program kehamilan. Salah satunya adalah makanan yang diduga dapat memengaruhi kualitas maupun jumlah sperma.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, membagikan sejumlah saran bagi pria yang sedang menjalani program kehamilan melalui unggahan video di akun Instagram miliknya.
Baca Juga : Berapa Kali Berhubungan Seks agar Cepat Hamil? Dokter Bagikan Tipsnya
Menurut dr. Jefry, pria yang sedang menjalani program hamil, terutama yang memiliki masalah terkait kualitas sperma, sebaiknya membatasi konsumsi pare dan daun pepaya.“Kalau untuk pria, ada beberapa makanan yang harus dibatasi kalau sedang program hamil, apalagi memang spermanya ada masalah,” kata dr. Jefry, dikutip Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, anjuran tersebut bukan berkaitan dengan rasa pahit dari kedua bahan makanan itu. Namun, menurutnya, terdapat kandungan tertentu dalam pare dan daun pepaya yang dapat memengaruhi sperma.
“Bukan masalah pahitnya. Spesifik dua itu saja, pare dan daun pepaya, sama ekstrak biji pepaya. Karena di dalam kandungannya ada yang bisa menekan sperma,” jelasnya.
Menurut dr. Jefry, kandungan dalam bahan-bahan tersebut juga pernah diteliti terkait potensinya sebagai bahan kontrasepsi pria.
Baca Juga : Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil“Makanya, itu digunakan dalam penelitian untuk kontrasepsi pria, entah di tikus dan sebagainya,” ujarnya.Karena itu, ia menyarankan pria yang sedang menjalani program kehamilan untuk mengurangi, bahkan membatasi, konsumsi pare dan daun pepaya. Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga kondisi sperma agar peluang keberhasilan program hamil tetap optimal.
“Nah, saran saya dikurangi atau bahkan dibatasi,” kata dr. Jefry.
Selain pare dan daun pepaya, dr. Jefry juga menyarankan pria agar tidak mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai secara berlebihan selama menjalani program kehamilan.
Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan bukan kandungan protein dalam kedelai, melainkan keberadaan fitoestrogen. Fitoestrogen merupakan senyawa alami yang memiliki struktur atau aktivitas yang menyerupai hormon estrogen.
Dr. Jefry menjelaskan bahwa konsumsi fitoestrogen dalam jumlah berlebihan dikhawatirkan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon testosteron yang berperan dalam fungsi reproduksi pria.
“Sama yang harus hati-hati, kalau laki-laki sedang program hamil jangan terlalu banyak makanan kedelai. Segala macam dan turunannya, saran saya dibatasi, jangan terlalu banyak. Kenapa? Kedelai itu ada kandungan namanya fitoestrogen,” pungkasnya.
Meski demikian, pasangan yang sedang menjalani program kehamilan sebaiknya tidak langsung menghilangkan jenis makanan tertentu tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan pola makan yang sesuai, terutama bagi pria yang memiliki masalah terkait kesuburan atau kualitas sperma.









