Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Penyebab Dada Terasa Panas dan Mual 

Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Penyebab Dada Terasa Panas dan Mual 

Gaya Hidup | inews | Kamis, 30 Juli 2026 - 13:56
share

JAKARTA, iNews.id - Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) dan asam lambung kini semakin banyak dialami masyarakat dari berbagai usia, tidak hanya orang lanjut usia tetapi juga anak muda. Saat kambuh, penderitanya kerap merasakan dada panas, mual, begah hingga muncul rasa asam di mulut.

Banyak orang bertanya-tanya mengapa gejala tersebut bisa muncul, padahal asam lambung seharusnya hanya berada di dalam lambung. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama, menjelaskan kondisi itu terjadi karena asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan.

"GERD terjadi ketika isi lambung naik ke kerongkongan karena katup lambung melemah atau terbuka pada waktu yang salah," kata dr Gia, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (30/7/2026).

Menurut dia, esofagus merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Saat asam lambung naik ke saluran tersebut, dinding esofagus mengalami iritasi sehingga memunculkan sensasi terbakar atau heartburn.

"Esofagus memang terletak di belakang jantung kita sehingga ketika asam lambung naik ke esofagus rasanya seperti heartburn," katanya.

Selain rasa panas di dada, kondisi tersebut juga dapat memicu mual, begah, hingga rasa asam di mulut. Gejala itu muncul karena lambung mengalami iritasi akibat berbagai faktor, termasuk konsumsi makanan pedas dan asam.

"Akibatnya muncul rasa panas di dada, begah, mual, hingga rasa asam di mulut. Ini bisa terjadi karena lambung yang sedang terinfeksi, makanan pedas dan asam yang mengiritasi," ujarnya.

Tak hanya pola makan, kondisi psikologis juga berperan terhadap kekambuhan GERD. Menurut dr Gia, pikiran yang dipenuhi rasa khawatir dan stres dapat memperburuk iritasi pada lambung karena tubuh ikut merespons tekanan yang dirasakan.

"Serta pikiran yang terus dipenuhi kekhawatiran. Sebab organ tubuh kita ikut menanggung apa yang terus kita pikirkan," katanya.

Karena itu, dr. Gia mengimbau masyarakat menjaga pola makan dengan menghindari makanan yang dapat memicu iritasi lambung. Dia juga menyarankan untuk mengelola stres agar proses pemulihan lambung berjalan lebih optimal.

"Jaga makananmu, tenangkan pikiranmu, beri lambungmu kesempatan untuk pulih," ujarnya.

Topik Menarik