Profil Lauren Bennett, Penyanyi Party Rock Anthem yang Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
JAKARTA, iNews.id - Kepergian penyanyi asal Inggris Lauren Bennett meninggalkan duka bagi pencinta musik pop dunia. Penyanyi yang dikenal sebagai salah satu pengisi vokal dalam lagu fenomenal Party Rock Anthem itu meninggal dunia pada usia 36 tahun.
Kabar wafat sang penyanyi diumumkan rekan-rekannya di grup G.R.L., sementara penyebab kematiannya hingga kini belum diungkapkan kepada publik. Sidang penyelidikan atas kematiannya dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Lantas, siapa sebenarnya Lauren Bennett? Apa saja karya yang diciptakannya? Simak ulasan selengkapnya hanya di artikel ini.
Profil Lauren Bennett, Penyanyi Inggris yang Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
Lahir di Meopham, Kent, Inggris, pada 24 Juni 1989, penyanyi bernama lengkap Lauren Diane Bennett telah menunjukkan ketertarikan pada dunia musik sejak usia muda. Dia mengawali kariernya dengan mengikuti berbagai kompetisi menyanyi di Inggris sebelum akhirnya pindah ke Los Angeles saat remaja untuk mengejar impiannya sebagai penyanyi profesional.
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Nama Lauren mulai dikenal publik ketika bergabung dengan Paradiso Girls, grup bentukan koreografer Robin Antin yang juga dikenal sebagai sosok di balik The Pussycat Dolls. Bersama grup tersebut, Lauren merilis single *Patron Tequila* pada 2009 yang sempat menarik perhatian industri musik pop internasional. Selain itu, dia juga sempat bekerja sama dengan sejumlah musisi ternama, termasuk will.i.am dan CeeLo Green.
Melejit Lewat Party Rock Anthem
Puncak popularitas Lauren Bennett datang pada 2011 saat berkolaborasi dengan duo elektronik LMFAO dalam lagu Party Rock Anthem. Suaranya terdengar jelas pada bagian refrain ikonik lagu tersebut, sementara penampilannya dalam video musik turut membuat namanya semakin dikenal.
Lagu itu menjelma menjadi fenomena global. Party Rock Anthem memuncaki tangga lagu di lebih dari 20 negara, bertahan enam pekan di posisi pertama Billboard Hot 100, serta hingga kini telah ditonton lebih dari 2,5 miliar kali di YouTube. Billboard bahkan menempatkannya sebagai salah satu lagu paling sukses sepanjang sejarah tangga lagu Hot 100.
Bergabung dengan G.R.L.
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Setelah sukses bersama LMFAO, Lauren bergabung dengan grup vokal perempuan G.R.L. pada 2013. Bersama Paula Van Oppen, Natasha Slayton, Emmalyn Estrada, dan Simone Battle, mereka merilis sejumlah lagu populer seperti Ugly Heart, Vacation, serta berkolaborasi dengan Pitbull dalam lagu Wild Wild Love.
Namun perjalanan G.R.L. diwarnai tragedi. Pada 2014, salah satu anggotanya, Simone Battle, meninggal dunia. Kejadian tersebut menjadi pukulan besar bagi grup yang akhirnya vakum sebelum beberapa anggotanya kembali menghidupkan G.R.L. beberapa tahun kemudian.
Di luar karier bersama grup, Lauren Bennett juga merilis karya solo dan mengisi soundtrack sejumlah film Hollywood, termasuk Date Night dan 21 Jump Street. Pada 2017, dia bahkan membentuk duo musik bergenre country/folk bersama sang kakak, menandai babak baru dalam perjalanan musikalnya.
Kepergian Lauren disambut banjir ucapan belasungkawa dari rekan sesama musisi dan para penggemarnya. Dalam pernyataannya, G.R.L. mengenang Lauren sebagai sosok yang penuh kasih, membawa tawa, dan meninggalkan kenangan yang tak akan terlupakan.
Meski telah tiada, suara Lauren Bennett akan terus hidup melalui karya-karyanya, terutama Party Rock Anthem, lagu yang menjadi salah satu anthem musik pop dan dance paling ikonik pada era 2010-an.









