Unik! Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan Pakai Bola Tenis, Dokter Ungkap Manfaatnya
SAKIT kepala yang terasa nyut-nyutan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski banyak orang memilih langsung mengonsumsi obat pereda nyeri, ternyata ada cara sederhana yang bisa dicoba untuk membantu meredakan keluhan tersebut.
Dokter membagikan teknik menggunakan bola tenis sebagai metode relaksasi untuk mengurangi ketegangan otot yang dapat memicu sakit kepala. Cara ini praktis dilakukan di rumah dan hanya membutuhkan sebuah bola tenis sebagai alat bantu.
1. Redakan Sakit Kepala Pakai Bola Tenis
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan tips dan edukasi cara meredakan sakit kepala yang cukup hebat. Uniknya, tips tersebut sangat sederhana dan cukup dilakukan menggunakan bola tenis.
Dalam video itu, dr. Cecep membeberkan langkah awal dengan menyiapkan dua bola tenis. Bola itu dibalut dengan gulungan handuk kecil.
Kemudian, dua bola tenis yang telah dibalut itu kemudian dijadikan ganjal di bagian tengkuk leher dengan posisi merebahkan badan. Usai melakukan posisi tersebut, kamu bisa menarik napas dari hidung sampai penuh dan membuang napas lewat mulut.
“Sakit kepala ngeganggu sampe bikin nyut-nyutan dan tegang. Daripada diteken-teken keras, lakuin ini buat bantu plong. Siapin alat bantunya dua bola tenis di kaos kaki atau gulungan handuk kecil. Rebahan santai, ganjel area tengkuk, tarik nafas hidung sampai penuh, tarik napas pendek satu kali lewat hidung, buang napas panjang lewat mulut,” tulis dr. Cecep.
2. Manfaat
Dalam caption unggahannya, dr. Cecep menjelaskan bahwa cara tersebut bisa meredakan nyeri kepala. Sebab, tekanan yang diterima tengkuk bisa memancing saraf agar lebih santai dan aliran darah lancar menuju kepala.
“Otot tengkuk kaku sering ngirim nyeri menjalar sampai ke dahi (referred pain). Pas diganjel, kita ngasih tekanan stabil (Ischemic Compression) yang mancing refleks saraf buat kendorin kram. Terus pas tekanannya dilepas, aliran darah segar masuk bawa oksigen baru,” jelas dia.
Apalagi, ditambah dengan teknik napas ganda yang membantu paru-paru berkembang maksimal. Dengan begitu, syaraf terpacu untuk mengaktifkan mode istirahat.
“Ditambah napas ganda (Physiological Sigh) yang ngebantu paru-paru ngembang maksimal. Buang napas panjangnya bakal memicu saraf bagus buat ngaktifin mode istirahat tubuh (saraf parasimpatis), jadi tegangnya otomatis mereda,” tambah dr. Cecep.
Lebih lanjut, dr. Cecep menyarankan agar tips tersebut dilakukan selama dua hingga tiga menit secara santai. dr. Cecep mengungkapkan bahwa area tengkuk menjadi kunci dari tips ini mengingat sakit kepala berlebihan biasanya disebabkan area tersebut mengalami kaku akibat kebiasaan kita sehari-hari.
“Lakuin 2-3 menit. Kuncinya rileks, biarin berat kepala kita yang ngasih tekanan alami ke ganjelannya,” ujar dia.
Seperti melakukan posisi tunduk dalam kurun waktu cukup lama, duduk terlalu lama, stres dan banyak pikiran serta posisi bantal saat tidur yang kemungkinan kurang tepat.
“Kalo nunduk terus, otot leher kerja ekstra. Usahain layar diangkat sejajar sama mata. Tiap satu sampai dua jam kerja, bangun bentar buat gerak. Jangan biarin posisi kaku kelamaan. Pikiran mumet sering bikin bahu dan leher otomatis tegang tanpa kita sadari. Sempetin jeda bentar. Pilih yang pas nyangga lekukan leher. Jangan ketebalan biar posisi tulang netral pas rebahan,” tutur dr. Cecep.
Terkahir, jika sakit kepala masih berlanjut setelah melakukan tips tersebut bahkan dibarengi mual dan pandangan yang kabur, ia menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter guna penanganan lebih lanjut.
“Kapan ke dokter? Kalo nyeri ga reda, makin berat, atau bareng mual dan pandangan kabur,” pungkas dia.









