Cara Redakan Sakit Kepala Berdenyut dalam 3 Menit, Begini Kata Dokter

Cara Redakan Sakit Kepala Berdenyut dalam 3 Menit, Begini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Selasa, 7 Juli 2026 - 20:48
share

JAKARTA, iNews.id – Sakit kepala berdenyut yang disertai rasa tegang kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan membagikan cara sederhana membantu meredakan keluhan tersebut hanya dengan memanfaatkan dua bola tenis dan handuk kecil.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, dr Cecep menjelaskan teknik relaksasi yang dilakukan dengan meletakkan dua bola tenis yang telah dibalut kaus kaki atau gulungan handuk kecil di bagian tengkuk saat tubuh dalam posisi berbaring. Teknik tersebut dipadukan dengan latihan pernapasan untuk membantu mengurangi ketegangan otot leher.

 "Sakit kepala ngeganggu sampe bikin nyut-nyutan & tegang. Daripada diteken-teken keras, lakuin ini buat bantu plong. Siapin alat bantunya dua bola tenis di kaos kaki atau gulungan handuk kecil. Rebahan santai, ganjel area tengkuk, tarik nafas hidung sampai penuh, tarik nafas pendek satu kali lewat hidung, buang nafas panjang lewat mulut," tulis dr Cecep, dikutip Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, tekanan stabil pada area tengkuk dapat membantu melemaskan otot yang kaku sekaligus memperlancar aliran darah menuju kepala. Otot tengkuk yang tegang kerap memicu nyeri yang menjalar hingga ke dahi atau dikenal sebagai referred pain.

"Otot tengkuk kaku sering ngirim nyeri menjalar sampai ke dahi (referred pain). Pas diganjel, kita ngasih tekanan stabil (Ischemic Compression) yang mancing refleks saraf buat kendorin kram. Terus pas tekanannya dilepas, aliran darah segar masuk bawa oksigen baru," ujarnya.

Selain itu, teknik pernapasan ganda atau physiological sigh juga disebut mampu membantu tubuh lebih rileks karena mengaktifkan saraf parasimpatis melalui saraf vagus.

"Ditambah nafas ganda (Physiological Sigh) yang ngebantu paru-paru ngembang maksimal. Buang nafas panjangnya bakal memicu saraf vagus buat ngaktifin mode istirahat tubuh (saraf parasimpatis), jadi tegangnya otomatis mereda," kata dr Cecep. 

Dia menyarankan teknik tersebut dilakukan selama dua hingga tiga menit dengan posisi tubuh tetap rileks agar tekanan alami dari berat kepala bekerja secara optimal.

"Lakuin 2-3 menit. Kuncinya rileks, biarin berat kepala kita yang ngasih tekanan alami ke ganjelannya," katanya.

Lebih lanjut, dr Cecep mengingatkan bahwa ketegangan pada area tengkuk umumnya dipicu kebiasaan sehari-hari, seperti terlalu lama menunduk menatap layar, duduk dalam waktu panjang, stres, hingga penggunaan bantal yang kurang sesuai.

"Kalo nunduk terus, otot leher kerja ekstra. Usahain layar diangkat sejajar sama mata. Tiap satu sampai dua jam kerja, bangun bentar buat gerak. Jangan biarin posisi kaku kelamaan. Pikiran mumet sering bikin bahu dan leher otomatis tegang tanpa kita sadari. Sempetin jeda bentar. Pilih yang pas nyangga lekukan leher. Jangan ketebalan biar posisi tulang netral pas rebahan," ujarnya.

Meski demikian, dr Cecep menegaskan teknik ini hanya membantu meredakan keluhan ringan. Jika sakit kepala tidak kunjung membaik, semakin berat, atau disertai mual maupun pandangan kabur, dia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan.

"Kapan ke dokter? Kalo nyeri ga reda, makin berat, atau bareng mual dan pandangan kabur," kata dr Cecep.

Topik Menarik