Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Universitas Brawijaya (UB) mencatatkan peningkatan signifikan dalam pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027. Kampus yang berbasis di Malang ini berhasil menempati posisi 616 dunia, naik 64 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi 680 dunia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, mengatakan pencapaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan karena tidak seluruh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia mengalami kenaikan peringkat pada tahun ini.
Baca juga: ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Menurutnya, Universitas Brawijaya menjadi PTNBH dengan lonjakan peringkat tertinggi dalam QS WUR 2027. Beberapa perguruan tinggi lain memang mengalami peningkatan, namun ada pula yang justru mengalami penurunan posisi.
“Di antara PTNBH, UB mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 64 poin. Beberapa PTNBH ada yang naik, namun ada juga yang justru mengalami penurunan posisi,” katanya, dikutip dari laman Universitas Brawijaya, Jumat (19/6/2026).Ia menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan konsistensi seluruh sivitas akademika dalam melakukan riset, inovasi, publikasi, serta membangun kemitraan global.
Baca juga: Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Ia berharap akselerasi ini dapat dipertahankan melalui penguatan jejaring dengan universitas dunia, kolaborasi profesor, dan peningkatan publikasi bersama (joint publication) di jurnal bereputasi tinggi.
Naiknya peringkat tersebut diikuti dengan peningkatan skor keseluruhan UB dari 25,9 pada 2026 menjadi 28,0 pada 2027, atau bertambah sekitar 8,1 persen.
Posisi relatif UB juga semakin kuat. Dalam QS WUR 2027, UB berada di atas sekitar 59,1 persen universitas yang dipublikasikan, meningkat dari 54,9 persen pada tahun sebelumnya.Baca juga: Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Capaian ini menjadi semakin penting karena kompetisi global terus meningkat. QS mengevaluasi 8.808 institusi dari 106 lokasi pada edisi 2027, bertambah dari 8.467 institusi pada edisi sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.504 universitas dipublikasikan dalam QS World University Rankings 2027.
Peningkatan peringkat UB terutama didukung oleh menguatnya Academic Reputation. Pada indikator ini, UB naik dari peringkat 404 dunia pada 2026 menjadi peringkat 367 dunia pada 2027, atau meningkat 37 posisi. Skor Academic Reputation juga bertambah dari 30,1 menjadi 33,4.
Dengan bobot sebesar 30 persen dalam metodologi QS, Academic Reputation merupakan indikator yang memberikan kontribusi terbesar terhadap skor UB. Pada edisi 2027, indikator ini menyumbang sekitar 34,3 persen dari total skor UB. Hasil tersebut menunjukkan semakin kuatnya pengakuan akademisi internasional terhadap kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kontribusi keilmuan Universitas Brawijaya.
Sementara itu, Employer Reputation tetap menjadi salah satu kekuatan utama UB. Universitas Brawijaya berada di peringkat 223 dunia dengan skor 53,3. Indikator ini memberikan kontribusi sekitar 27,4 persen terhadap skor keseluruhan.Secara bersama-sama, reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja menyumbang lebih dari 60 persen capaian skor UB dalam QS WUR 2027. Posisi tersebut memperlihatkan bahwa lulusan UB tetap memiliki tingkat pengakuan yang tinggi di kalangan dunia usaha, industri, pemerintahan, dan organisasi pengguna lulusan, meskipun peringkat Employer Reputation mengalami penurunan tipis dari posisi 218 pada tahun sebelumnya.
Kemajuan penting juga dicatat pada indikator International Faculty. Peringkat UB meningkat dari 531 menjadi 471 dunia, atau naik 60 posisi. Skornya meningkat tajam dari 35,9 menjadi 49,6. Capaian tersebut menunjukkan bahwa UB semakin menarik sebagai tempat mengajar, meneliti, dan berkolaborasi bagi akademisi internasional.
Penguatan internasionalisasi dosen diharapkan tidak hanya meningkatkan visibilitas global, tetapi juga mendorong publikasi bersama, pengembangan kurikulum internasional, pembimbingan mahasiswa, mobilitas akademik, serta pembentukan jejaring penelitian berkelanjutan.
“Rasio dosen dan mahasiswa semakin baik. Indikator Faculty Student Ratio juga memperlihatkan perkembangan positif. Peringkat UB meningkat dari kelompok 801+ menjadi peringkat 725 dunia, dengan skor yang naik dari 20,4 menjadi 25,2. Kondisi tersebut meningkatkan rasio dari 11,3 menjadi 13,2 dosen per 100 mahasiswa,” kata Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan.
Dia menambahkan, rasio ini lebih tinggi dibandingkan median global sebesar 7,7 dosen per 100 mahasiswa. Secara akademik, rasio yang semakin baik memberikan peluang bagi peningkatan kualitas pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pembimbingan tugas akhir, dan interaksi dosen–mahasiswa.Selain itu Skor Sustainability naik dari 53,3 menjadi 60,4, sedangkan peringkat global meningkat dari sekitar 636 menjadi 614 dunia. Pada QS WUR 2027, Sustainability menyumbang sekitar 10,3 persen terhadap skor total UB.
Hasil ini mencerminkan semakin kuatnya kontribusi universitas dalam pendidikan keberlanjutan, penelitian terkait Sustainable Development Goals, pengelolaan lingkungan kampus, dampak sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan telah berkembang menjadi salah satu kekuatan strategis UB, selain reputasi akademik dan reputasi pemberi kerja.









