Kenapa Tidak Boleh Potong Kuku dan Rambut bagi yang Berkurban? Begini Penjelasannya

Kenapa Tidak Boleh Potong Kuku dan Rambut bagi yang Berkurban? Begini Penjelasannya

Gaya Hidup | inews | Rabu, 20 Mei 2026 - 05:45
share

JAKARTA, iNews.id - Alasan kenapa tidak boleh potong kuku dan rambut bagi orang yang hendak berkurban penting untuk diketahui umat Islam, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Larangan ini memiliki dasar hukum yang kuat dalam syariat, meski para ulama memiliki perbedaan pandangan terkait status hukumnya, apakah bersifat haram atau makruh.

Karena itu, orang yang akan berkurban dalam ajaran Islam dianjurkan untuk menjaga kuku dan rambutnya tidak sampai terpotong atau rusak sampai Idul Adha tiba. 

Dalam beberapa hadits disebutkan mengenai larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkurban sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga penyembelihan hewan kurban. Karena itu, Muslim yang tahun ini memiliki niat berkurban pada Idul Adha 1442 H perlu memerhatikan beberapa hal tersebut agar ibadah kurbannya sempurna. 

Dalam madzhab Syafi'i, hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang berkurban saat Idul Adha adalah makruh. Meski demikian, tidak berdosa bagi mereka yang sudah terlanjur memotong kuku dan rambutnya. Namun, lebih utama bagi orang yang berkurban untuk menjaga kuku dan rambutnya sampai hewan kurban disembelih. 
Dasar ketentuan bagi orang berkurban untuk tidak mencukur rambut atau memotong kuku, adalah sabda Rasulullah SAW berikut ini :

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِي الحِجَّة وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

Artinya: Bila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan seseorang di antara kalian ingin berqurban, maka jagalah rambut dan kuku-kukunya. (HR. Muslim).

Selain hadits di atas, juga ada hadits shahih riwayat Muslim lainnya, yang datang dengan redaksi dan lewat jalur yang berbeda, namun materinya masih sejalan.

إِذَا دَخَل الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ بَشَرِهِ شَيْئًا

Artinya: Dari Ummu Salamah Ibnuda Mukminin radhiyallahuanha bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Bila telah memasuki hari yang sepuluh dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah dia ganggu rambut qurbannya dan kulitnya.” (HR. Muslim)

Dari penjelasan hadits di atas memang dianjurkan bagi orang yang berniat untuk berkurban untuk tidak memotong kuku dan rambutnya. Lantas kenapa tidak boleh potong kuku dan rambut?

Kenapa Tidak Boleh Potong Kuku dan Rambut bagi yang Berkurban?

Dilansir dari Buku Fiqih Qurban Prespektif Mazhab Syafi'iy karya Muhammad Ajib dijelaskan khusus bagi pengkurban tidak boleh potong kuku dan rambut sebelum kurban Idul Adha mulai masuknya Bulan Dzulhijjah yakni tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah.

Hal itu sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab.

"Sesungguhnya memotong rambut dan kuku bagi pengkurban pada 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah hukumnya makruh tanzih sampai dia selesai menyembelihnya".

Yang dimaksud dengan larangan mengambil kuku dan rambut yaitu larangan memotong kuku atau membelah atau dengan cara lainnya.

Larangan menghilangkan rambut adalah menghilangkan rambut dengan cara cukur, memotong, mencabut, membakar, mengambil dengan kapur atau dengan cara yang lainnya. Apakah itu rambut ketiak, jenggot, rambut kemaluan, rambut kepala dan rambut-rambut lain yang terdapat di badan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bagi orang yang akan berkurban lebih utama tidak memotong kuku dan rambut sampai Idul Adha tiba.

Hikmah tidak memotong kuku dan rambut baik rambut kepala, kumis, jenggot, ketiak maupun bulu kemaluan , menurut Imam Nawawi, supaya anggota badan tetap sempurna untuk dibebaskan dari api neraka. Ada juga yang berpendapat hal itu bertujuan agar menyerupai orang yang sedang berihram (haji) di mana mereka dilarang memotong kuku danrambut.

Itulah ulasan kenapa tidak boleh potong kuku dan rambut bagi yang berkurban sebelum kurban Idul Adha yang perlu diketahui dan pahami khususnya bagi yang berniat berkurban.

Wallahu A'lam

Topik Menarik