MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)memaparkan visi masa depan industri streaming dan hiburan digital dalam ajang APOS 2026, konferensi teknologi dan hiburan terkemuka di Asia yang berlangsung pada 16–18 Juni 2026 di The Mulia, Bali.
Presiden Direktur dan CEO MSIN Angela Tanoesoedibjo bersama CEO V+Short Clarissa Tanoesoedibjo tampil dalam sesi diskusi bertajuk One Screen to the World: MNC's Streaming Reset.
Baca juga: Bakal Listing di Hong Kong, MNC Animation Go Global Bidik 8 Juta Penduduk Dunia
Diskusi ini membahas strategi streaming perusahaan, termasuk rencana merger RCTI+ dan Vision+, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembuatan konten, serta ekspansi global V+Short.
Clarissa dalam paparannya menyampaikan, V+Short telah mencatat hampir 5 juta unduhan di seluruh dunia hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu bulan, sejak diluncurkan secara global, pada 8 Mei 2026.Menurut dia, kurang dari 7 persen dari total instalasi berasal dari Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan platform tersebut memperoleh traksi di pasar internasional sejak hari pertama peluncuran dan tidak bergantung pada pasar domestik.
Baca juga: V+Short Tawarkan Micro Drama Intens, Aktor Dituntut Akting Presisi dan Cepat
Clarissa menerangkan, meski jumlah unduhan menjadi pencapaian yang menggembirakan, perusahaan tetap fokus untuk membangun keterlibatan pengguna jangka panjang melalui penayangan ulang, tingkat penyelesaian konten, serta konversi pengguna gratis menjadi pelanggan premium yang berkelanjutan.
Selain itu, Clarissa memaparkan strategi distribusi global , V+Short, termasuk kerja sama dengan iQIYI untuk mendistribusikan konten pilihan di China dan sejumlah pasar lainnya. Perusahaan menerapkan pendekatan yang berbeda di setiap negara dengan mengombinasikan ekspansi langsung kepada konsumen dan kemitraan strategis lokal guna memperluas jangkauan audiens serta peluang monetisasi.
Mulai Juni 2026, V+Short juga mempercepat pengembangan konten dengan menambahkan sekitar 30 judul original eksklusif setiap bulan. Konten tersebut terdiri atas 50 persen produksi berbasis AI dan 50 persen konten live-action. Selain itu, platform tersebut juga mengakuisisi sekitar 90 judul premium tambahan setiap bulan.Strategi tersebut dirancang untuk menghadirkan aliran program baru secara berkelanjutan, memperluas daya tarik audiens di berbagai pasar, serta memperkuat posisi V+Short sebagai destinasi global untuk hiburan micro-drama premium.
Hadir dalam diskusi yang sama, Angela menjelaskan transformasi digital yang tengah dijalankan MSIN, termasuk rencana merger RCTI+ dan Vision+, penerapan AI untuk mempercepat produksi konten, serta upaya membangun ekosistem hiburan digital yang terintegrasi untuk melayani audiens di Indonesia maupun pasar internasional.
"APOS selalu menjadi forum penting untuk membahas masa depan media dan hiburan, dan kami senang dapat membagikan perjalanan transformasi MNC Digital kepada para pelaku industri dari seluruh dunia," ujar Angela, Jumat (19/6/2026).
APOS 2026 mempertemukan para eksekutif, investor, dan inovator terkemuka dari industri media, teknologi, dan hiburan global untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari masa depan layanan streaming, perkembangan kecerdasan buatan, produksi konten, hingga transformasi platform digital.
Angela menilai, pencapaian awal V+Short menunjukkan kreativitas MSIN mampu diterima oleh audiens global.
"Bersama integrasi platform streaming kami serta investasi berkelanjutan pada AI dan teknologi, kami sedang membangun ekosistem hiburan digital yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang di pasar internasional," katanya.









