Kenapa Perempuan Jadi Lebih Lapar Menjelang Haid? Ini Penjelasan Ahli
JAKARTA, iNews.id – Kenapa perempuan jadi lebih lapar menjelang haid? Pertanyaan ini kerap muncul karena banyak perempuan merasakan peningkatan nafsu makan beberapa hari sebelum menstruasi tiba.
Kondisi tersebut ternyata bukan sekadar perasaan atau keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Para ahli menjelaskan perubahan hormon yang terjadi selama siklus menstruasi berperan besar terhadap rasa lapar, keinginan ngemil, hingga munculnya ngidam makanan manis atau tinggi kalori.
Menjelang menstruasi, tubuh memasuki fase luteal, yakni periode setelah ovulasi dan sebelum haid dimulai. Pada fase ini terjadi perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang dapat memengaruhi metabolisme serta sinyal rasa lapar di otak.
Akibatnya, banyak perempuan merasa lebih sering lapar dibandingkan hari-hari biasanya. Tidak sedikit pula yang mengalami keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis, cokelat, atau camilan tertentu.
Selain meningkatkan nafsu makan, perubahan hormon tersebut juga sering dikaitkan dengan munculnya berbagai gejala premenstrual syndrome (PMS), seperti perubahan suasana hati, perut kembung, sakit kepala, mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi.
Para ahli menilai kondisi ini merupakan respons alami tubuh yang sedang mempersiapkan diri menghadapi menstruasi. Karena itu, rasa lapar yang meningkat menjelang haid tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang abnormal.
Meski demikian, perempuan tetap disarankan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi selama fase luteal. Pemilihan makanan yang tepat dapat membantu mengurangi berbagai keluhan PMS sekaligus menjaga energi tetap stabil.
Makanan yang kaya antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi dinilai baik dikonsumsi menjelang menstruasi. Beberapa di antaranya adalah buah beri, alpukat, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta ikan berlemak seperti salmon dan sarden.
Rempah-rempah seperti kunyit dan kayu manis juga disebut dapat membantu mendukung kesehatan tubuh selama fase tersebut. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.
Tren menyesuaikan pola makan berdasarkan fase siklus menstruasi atau yang dikenal dengan istilah cycle syncing belakangan semakin populer. Konsep ini mendorong perempuan untuk mengatur asupan makanan sesuai perubahan kebutuhan tubuh pada setiap fase menstruasi.
Namun, para ahli mengingatkan pendekatan tersebut tidak harus dilakukan secara kaku. Hal terpenting adalah memastikan kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi dan mendengarkan sinyal tubuh, termasuk rasa lapar dan kenyang.
Jika rasa lapar yang muncul menjelang menstruasi disertai gejala yang sangat mengganggu, seperti kelelahan ekstrem, nyeri hebat, atau perdarahan berlebihan, perempuan dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.









