Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN

Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 18 Juni 2026 - 19:15
share

MNC University mendorong lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Hal ini diwujudkan melalui pembentukan ASEAN Higher Education International Consortium.

Langkah ini dinilai penting untuk membantu perguruan tinggi menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks di era global. Rektor MNC University Dendi Pratama menjelaskan hal tersebut dalam Seminar Internasional Bridging ASEAN Member States Through Higher Education pada Kamis (18/6/2026) di Auditorium MNC University.

Forum tersebut dihadiri perwakilan 18 perguruan tinggi dari Indonesia, Kamboja, dan Timor Leste yang terdiri dari universitas, institut, sekolah tinggi, hingga politeknik. Menurut Dendi, selama ini banyak perguruan tinggi yang lebih fokus pada persoalan penerimaan mahasiswa baru dibandingkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas institusi.

Baca juga: MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek

“Sering kali kita berdiskusi mengenai penerimaan mahasiswa baru, penurunan mahasiswa baru, atau berbagai kesulitan yang dihadapi kampus. Namun kita lupa membahas isu yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana mengembangkan kampus, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat daya saing institusi, dan menginternasionalisasikan perguruan tinggi,” ujarnya.Sementara menurutnya, tantangan yang dihadapi kampus saat ini tidak lagi sederhana. Selain tuntutan peningkatan mutu akademik, perguruan tinggi juga dituntut memperkuat tata kelola.

Selain itu kampus juga dituntut memenuhi berbagai indikator kinerja, hingga membangun jejaring internasional. Karena itu, kolaborasi antarkampus dinilai menjadi kebutuhan strategis.

Baca juga: MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST

“Tantangan yang kita hadapi tidak akan menjadi lebih ringan apabila dihadapi sendiri-sendiri. Oleh karena itu kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan strategis bagi keberlanjutan dan kemajuan perguruan tinggi,” katanya.

Dendi menjelaskan, konsorsium yang dideklarasikan hari ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi perguruan tinggi ASEAN. Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, hingga mobilitas mahasiswa dan dosen.Ia juga mengingatkan agar kerja sama antarkampus tidak berhenti pada seremoni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU semata. Ia berharap berharap konsorsium tersebut mampu menciptakan pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, program gelar ganda (double degree), dan lainnya.

“Sering kali kita berkumpul hanya untuk menandatangani MoU. Setelah itu kembali ke kampus masing-masing dan lupa dengan kerja sama yang pernah dibuat,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan ini juga menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif. Harapannya dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, institusi pendidikan, serta masyarakat ASEAN secara luas.

Topik Menarik