Karina Ranau Trauma Berat usai Jadi Korban Kekerasan, Endingnya Lapor Polisi!

Karina Ranau Trauma Berat usai Jadi Korban Kekerasan, Endingnya Lapor Polisi!

Gaya Hidup | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 10:22
share

JAKARTA, iNews.id – Figur publik Karina Ranau, istri mendiang Epy Kusnandar, mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di depan warung milik dia di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Karina mengaku menjadi korban tindakan kekerasan oleh seorang pria yang diduga tidak terima ditegur soal parkir kendaraan.

Kejadian ini menjadi sorotan publik. Terlebih, Karina Ranau menunjukkan bukti-bukti kekerasan fisik yang dialaminya melalui Instagram. Hal itu membuat publik ikut geram dengan perbuatan pelaku. 

Lantas, seperti apa kronologi lengkap tindak kekerasan yang dialami Karina Ranau yang viral di media sosial? Berikut ulasan selengkapnya. 

Kronologi Lengkap Karina Ranau Jadi Korban Kekerasan dan Viral di Medsos

Insiden tersebut terjadi saat Karina Ranau sedang berada di warung miliknya. Saat itu, seorang pria datang sebelum jam operasional warung dibuka dan memarkirkan sepeda motor di area yang dinilai mengganggu akses ruko tetangga.

Melihat kondisi tersebut, Karina mencoba menegur pelaku dengan baik-baik agar memindahkan kendaraannya ke lokasi lain yang lebih tepat. Namun, teguran itu justru memicu ketegangan.

"Saya panggil, ‘Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak, soalnya enggak enak.’ Dia bilang, ‘Bentar.’ ‘Iya sekarang aja Pak, tolong dulu Pak.’ Dia mungkin sedang buru-buru. 'Sebentar saja Pak, tolong Pak pindahin di sana Pak, hargain saya.’ (Pelaku menjawab) ‘Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!’," ujar Karina saat ditemui di Kalibata, belum lama ini.

Perdebatan pun tak terhindarkan. Karina mengaku tetap berusaha meminta pria tersebut memindahkan motornya, namun respons yang diterimanya justru semakin emosional.

Tak lama setelah adu mulut terjadi, pria tersebut diduga menghampiri Karina dan melakukan tindakan fisik. Karina yang awalnya mengira akan dipukul, justru didorong dengan keras hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jalan.

“Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana (jalan),” kata Karina.

Akibat insiden tersebut, Karina mengalami luka ringan pada bagian kaki. Meski tidak mengalami cedera serius, peristiwa itu meninggalkan trauma yang cukup mendalam bagi dirinya.

Karina Ranau Lapor Polisi

Merasa menjadi korban kekerasan dan tidak ingin kejadian serupa terulang, Karina memutuskan mengambil langkah hukum. Ia mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi terkait dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya.

“Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kami harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam,” ujar Karina.

Saat ini, proses hukum masih berjalan. Karina juga telah menjalani pemeriksaan medis untuk kepentingan visum yang nantinya akan menjadi salah satu bukti dalam penyelidikan polisi.

Meski demikian, hasil visum belum dapat diketahui dalam waktu dekat. Menurut Karina, pihak terkait menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan kemungkinan baru keluar sekitar satu minggu setelah proses dilakukan.

“Hasilnya belum tahu, kalau hasilnya kan enggak langsung, katanya bisa semingguan hasil visum itu,” tuturnya.

Karina berharap laporannya dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Ia ingin kasus yang menimpanya diproses secara adil dan menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan, sekecil apa pun, tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa.

Kini, Karina memilih menunggu perkembangan proses hukum sambil berupaya memulihkan kondisi fisik dan mentalnya pasca-insiden yang terjadi di depan warung miliknya tersebut.

Topik Menarik