Kronologi Karina Ranau Diduga Didorong Pria Tak Dikenal hingga Terjatuh, Berawal dari Tegur Parkir Motor

Kronologi Karina Ranau Diduga Didorong Pria Tak Dikenal hingga Terjatuh, Berawal dari Tegur Parkir Motor

Gaya Hidup | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 10:37
share

JAKARTA, iNews.id - Karina Ranau mengungkapkan kronologi dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya di depan warung miliknya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Istri mendiang Epy Kusnandar itu mengaku didorong seorang pria hingga terjatuh hanya karena menegur soal parkir kendaraan.

Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pria datang ke lokasi sebelum warung milik Karina beroperasi. Saat itu, pria tersebut memarkirkan sepeda motornya di area yang dinilai menghalangi akses ruko tetangga.

Karina kemudian menghampiri pria tersebut dan meminta agar kendaraannya dipindahkan. Dia mengaku menyampaikan teguran tersebut dengan tujuan menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

"Saya panggil, 'Bapak, motornya bisa dipindahin dulu di sana ya Pak? Soalnya enggak enak.' Dia bilang, 'Bentar.' 'Iya sekarang aja Pak, tolong dulu Pak.' Dia mungkin sudah buru-buru... 'Sebentar aja Pak, tolong Pak pindahin di sana Pak, hargain saya.' (Pelaku menjawab) 'Entar dulu kenapa sih, ngegas amat!'" ujar Karina saat ditemui di Kalibata belum lama ini.

Percakapan tersebut kemudian memanas. Karina menilai pria itu menunjukkan emosi setelah diminta memindahkan kendaraannya.

Tak lama berselang, pria tersebut mendekatinya. Karina mengaku sempat mengira pelaku hanya akan melontarkan protes secara verbal, namun situasi berubah menjadi tindakan fisik.

"Ternyata dia enggak mukul, dia mendorong. Dan mendorongnya kencang banget. Emosi yang dia bawa dari sana ke sini, saya didorong posisinya di sini, kencang banget sampai jatuh ke sana (jalan)," kata Karina.

Akibat dorongan tersebut, Karina terjatuh hingga mengalami luka ringan pada bagian kaki. Selain merasakan sakit fisik, dia juga mengaku mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Merasa menjadi korban tindakan yang tidak semestinya, Karina memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Dia berharap kasus tersebut dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Saya datang melapor dan memang prosedur di sana kita harus ikutin prosedurnya untuk bikin laporan. Untuk ngebawa orang juga harus ada sesuai BAP-nya, ada bukti visumnya apa segala macam," ujar Karina.

Saat ini, proses hukum masih berlangsung. Karina masih menunggu hasil visum yang akan digunakan sebagai salah satu bukti dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Hasilnya ya belum tahu, kalau hasilnya kan enggak langsung... katanya bisa semingguan hasil visum itu," ucap Karina.

Karina berharap kejadian yang dialaminya menjadi perhatian agar masyarakat dapat menyelesaikan persoalan dengan cara yang lebih baik tanpa menggunakan kekerasan.

Topik Menarik