Orang Rajin Olahraga Lebih Kebal Penyakit? Dokter: Saat Sakit Tak Separah Orang Mager

Orang Rajin Olahraga Lebih Kebal Penyakit? Dokter: Saat Sakit Tak Separah Orang Mager

Gaya Hidup | inews | Senin, 15 Juni 2026 - 06:21
share

JAKARTA, iNews.id – Olahraga kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, mulai dari jalan kaki, lari, bersepeda, padel hingga gym. Di balik tren tersebut, aktivitas fisik ternyata memiliki manfaat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal.

Dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi mengatakan olahraga secara rutin dapat membantu meningkatkan dan menstabilkan sistem imun tubuh. Dengan imunitas yang lebih baik, tubuh mampu mengontrol peradangan secara lebih efektif saat menghadapi infeksi.

“Ini membuat tubuh kita imunitasnya itu lebih stabil. Sehingga kita kalau kena virus atau bakteri, sistem peradangannya lebih terkontrol,” kata dr. Tirta, dikutip Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, manfaat tersebut muncul karena tubuh mengalami proses adaptasi saat seseorang rutin berolahraga. Adaptasi itu tidak hanya terjadi pada otot, tetapi juga pada jantung, sistem peredaran darah, metabolisme hingga kemampuan tubuh dalam mengelola stres.

“Ketika kita melatih otot fisik kita, itu terjadi perubahan adaptif yang terjadi di tubuh manusia. Jadi dari ototnya, dari jantungnya, peredaran darahnya, sistematika metaboliknya dan akhirnya stres manajemen yang lebih terkontrol. Nah, itu yang membuat imunitas orang-orang yang rajin olahraga itu sedikit lebih bagus dibandingkan orang yang mager,” ujarnya.

Atas manfaat tersebut, olahraga kini menjadi salah satu rekomendasi yang kerap diberikan dokter kepada pasien. Jika dahulu pasien umumnya hanya disarankan beristirahat, makan cukup, dan mengonsumsi obat, kini aktivitas fisik juga dianggap penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

“Jadi kalau di zaman dulu kamu bagi pasien datang ke dokter kamu cuma bed rest ya kan makan yang banyak terus habis itu minum obat, sekarang ditambah rajin olahraga karena ada ikatan yang kuat dengan latihan fisik dengan imunitas yang kuat dan stabil,” katanya.

Meski demikian, dr Tirta menegaskan rajin berolahraga bukan berarti seseorang kebal terhadap penyakit. Orang yang aktif berolahraga tetap dapat terinfeksi virus maupun bakteri, tetapi respons tubuh terhadap penyakit umumnya lebih terkendali.

“Kamu olahraga tetap bisa kena DB, tetap. Jadi kita tetap akan kena infeksi, tapi reaksinya tidak sampai menimbulkan infeksi sistemik yang parah. Itu bedanya ada orang yang rajin olahraga. Misal dia kena demam, reaksi demamnya itu mungkin 37,5 derajat yaitu demam subfebris. Tidak separah orang-orang yang jarang olahraga,” ucap dia.

Di sisi lain, dia mengingatkan masyarakat agar tidak berolahraga secara berlebihan, terutama bagi pemula. Aktivitas fisik yang melampaui kemampuan tubuh justru dapat berdampak negatif terhadap kesehatan.

“Cuma ada nih garis bawahnya. Orang yang berlebihan olahraganya justru imunitasnya ngedrop. Sebab ada yang namanya CNS fatigue. Makanya disarankan kalau kamu tidak siap menjadi atlet, jangan ngikutin pola hidup atlet. Karena atlet tersebut diawasin, ada pelatih,” kata dr Tirta.

Sebab itu, olahraga sebaiknya dilakukan secara rutin dengan intensitas yang sesuai kondisi tubuh. Dengan pola latihan yang tepat, manfaat olahraga untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh dapat dirasakan secara optimal.

Topik Menarik