Jangan Tunggu Umur 60 Tahun, Kemenkes Imbau Jaga Kesehatan sejak Usia 40
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan sejak usia 40 tahun dan tidak menunggu hingga memasuki usia lanjut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap produktif di masa depan.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengatakan kesehatan saat memasuki usia tua sangat dipengaruhi oleh pola hidup yang dijalani sejak usia produktif.
Dia menegaskan, menjaga kesehatan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan menunggu penyakit muncul saat usia lanjut. Menurutnya, upaya promotif dan preventif perlu menjadi perhatian utama masyarakat.
“Pesan kedua adalah bahwa kita perlu menjaga kesehatan kita untuk bisa lansia sehat itu jangan mulainya umur 60 tahun ya. Jadi justru kita harus melakukan atau menjaga kesehatan kita itu pada usia 40, 45,” kata Imran dalam kegiatan Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Profesor Dr dr Mahar Mardjono Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Imran menjelaskan, Kemenkes saat ini terus menggalakkan program promotif dan preventif bagi kelompok lanjut usia, salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis. Program tersebut bertujuan mendeteksi risiko penyakit lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Tahun lalu sudah ada 7 juta orang dari 34 juta orang lansia yang sudah dilakukan skrining,” ujarnya.
Dia menilai pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting karena dapat mencegah kondisi kesehatan memburuk. Selain meningkatkan kualitas hidup lansia, deteksi dini juga dapat mengurangi beban biaya pengobatan yang harus ditanggung keluarga.
“Kenapa ini kita perlu pentingkan preventif dan promotifnya karena kita perlu agar menjaga lansia itu bisa tetap sehat ya. Jangan kita menunggu sakit karena kalau sakit itu biayanya lebih mahal, kemudian yang merawat juga lebih susah ya. Jadi keluarganya juga akan lebih banyak ada bebannya,” katanya .
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan Indonesia saat ini tengah menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Bahkan, sebanyak 16 provinsi telah memasuki fase aging population atau penuaan penduduk dengan proporsi lansia mencapai 10 persen.
Menurut Dante, jumlah lansia di Indonesia saat ini mencapai sekitar 12 persen dari total populasi dan diperkirakan terus meningkat hingga mencapai 40 juta jiwa pada 2030. Sebab itu, pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan, termasuk transformasi 87 persen puskesmas menjadi Puskesmas Santun Lansia.
“Kita harus mengubah cara pandang kita. Lansia bukanlah beban, mereka adalah aset berharga bangsa yang kaya akan pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan hidup bagi generasi,” kata Dante.








