Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Memasuki usia senja seringkali diidentikkan dengan penurunan produktivitas dan kebugaran. Namun, persepsi tersebut dipatahkan oleh tokoh perlindungan anak legendaris Indonesia, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto.
Menjelang usianya yang ke-75 pada Agustus mendatang, ia justru mengaku masih memiliki energi layaknya pria berusia 57 tahun.
Meski sudah memasuki usia kepala tujuh, namun ia tetap terlihat bugar dan kuat untuk melakukan aktivitas yang cukup berat bagi lansia. Saat ditemui di Jakarta, Kak Seto membagikan rahasia bugarnya di usia tua yang dikemas dalam sebuah konsep sederhana dan mudah diingat, yaitu GEMBIRA.
Baca juga: Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Konsep tersebut bisa diingat dari kata kunci dalam setiap huruf pada kata Gembira. Pertama adalah huruf G yang memiliki kata kunci Gerak. Kak Seto mengatakan, dirinya selalu melakukan aktivitas bergerak demi kebugaran tubuh salah satunya adalah berlari sepanjang tiga kilometer di pagi hari dan dilakukan setiap hari. “Apa itu G? G adalah gerak, jangan mager. Saya tiap pagi bukan jalan kaki lagi, lari 3 km. Jadi tiap pagi, jangan seminggu sekali, seminggu dua kali, tiap hari saya lari. Duduk pun saya juga batasi, kalau bisa berdiri ya berdiri,” kata Kak Seto saat diwawancarai, Sabtu (13/6/2026).
Selanjutnya, huruf E memiliki kata kunci Emosi Cerdas. Dimana menjaga kesehatan di usia tua bukan hanya soal fisik namun juga psikologis. Menjaga emosi bisa jadi satu cara untuk menjaga psikologis seseorang di usia tua. Menurutnya, mengelola emosi secara cerdas bisa menjaga detak jantung dalam kondisi normal.
Baca juga: Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
“Boleh marah? Boleh. Tapi marah sambil senyum, kalau kepada pasangan ‘sayang waktu kan janji nggak ngomel-ngomel kan?’ gitu. Kalau dengan anak jangan ‘ayo mandi!’. Tapi ‘ayo kita mandi dengan sabun wangi’,” tambah dia sambil bersenandung.
Sementara, huruf M memiliki kata kunci Makan dan Minum yang teratur. Asupan makanan serta minuman bagi kaum lansia memang sangat perlu diperhatikan. Apalagi kondisi fisik kaum lansia yang sudah menurun dan rentan terkena penyakit. Kak Seto menyarankan agar lansia minum air putih sebanyak dua liter setiap hari guna menyeimbangkan cairan tubuh agar tetap sehat. Selain itu, asupan makanan yang dikonsumsi juga harus berkualitas dan kaya akan gizi.
“M adalah makan, minum, teratur, terutama minum. Lansia itu minum harus cukup, dua liter. Kemudian makan makanan yang berkualitas dan bergizi,” tutur Kak Seto.
Kemudian huruf berikutnya yaitu B yang berarti Bersyukur. Ia menilai dengan cara bersyukur bisa menurunkan rasa kekhawatiran berlebih sehingga psikologis lansia tidak mudah terganggu dan lebih bahagia. Kondisi bahagia pada lansia bisa membuat sel-sel dalam tubuh lebih kuat untuk melawan penyakit yang datang.
“Nah, B adalah bahagia, bersyukur. Karena penuh rasa syukur, rasanya indah semua hidup ini gitu. Sampai sekarang saya selalu didampingi oleh istri tercinta. Dan anak saya juga selalu mendampingi saya dan itu kami bina sejak mereka masih kecil sekarang juga dengan cucu-cucu juga selalu dekat. Jadi rasanya bahagia sekali,” jelas dia.
Dokter Ingatkan Penderita Diabetes Batasi Konsumsi Buah Manis, Durian dan Semangka Disorot
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kata kunci dari huruf I yang berarti Istirahat cukup. Istirahat yang cukup sangat berarti bagi lansia dimana dengan jam istirahat yang optimal bisa membuat tubuh lebih bugar dan sehat. Selanjutnya adalah R yang memiliki kata kunci Rukun dengan keluarga. Rukun dengan keluarga menjadi salah satu kunci yang dianjurkan oleh Kak Seto bagi para lansia. Apalagi jika dengan istri dan anak-anak yang selalu mendampingi.
“Jadi terus mesra, selalu ada kata sayang, I love you dan sebagainya. Rukun ramah, ramah kepada pasangan, ramah kepada anak-anak dan sebagainya,” sambung Kak Seto.
Terakhir adalah huruf A yang memiliki kata kunci Aktif berkarya. Ia menilai dengan aktif berkarya, seorang lansia bisa memiliki rasa bangga dan percaya diri yang meningkat. Karya yang dihasilkan bisa berbagai macam dari mulai lagu, puisi, buku, resep makanan maupun karya lainnya.
“Jadi ada rasa perasaan bangga, ada harga diri meningkat dan sebagainya. Pokoknya cari suatu hal yang dapat membangkitkan rasa percaya diri dan bangga pada diri kita,” pungkas dia.
Demikian tips dari Kak Seto bagi para lansia agar tetap sehat dan bugar baik secara fisik mau psikologis di usia yang sudah tidak muda lagi.









