Bukan Sekadar Panjang Umur, Ini Cara Lansia Tetap Aktif di Usia Senja
MEMASUKI usia lanjut, banyak orang atau lansia kerap hanya berfokus pada harapan untuk hidup lebih panjang. Padahal, kualitas hidup di masa senja jauh lebih penting dibanding sekadar menambah usia.
Para lansia justru disarankan untuk tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial agar tubuh tetap bugar, pikiran terjaga, serta risiko berbagai penyakit dapat diminimalkan. Dengan menjalani gaya hidup yang aktif dan seimbang, usia lanjut dapat tetap menjadi fase kehidupan yang produktif dan bermakna.
1. Tak Hanya Fokus Hidup Lebih Lama
Lansia kini tak hanya fokus untuk hidup lebih lama. Kini, lansia juga sudah mulai sadar pentingnya kualitas hidup di masa tua.
Banyak lansia kini mulai fokus menjaga tubuh tetap aktif, mandiri, dan produktif seiring bertambahnya usia. Hal ini juga tentunya mendukung gaya hidup sehat lansia. Konsep ini dikenal sebagai active aging atau penuaan aktif. Lansia tetap bisa menjalani hidup yang sehat, aktif, dan berkualitas.
Berbagai hal yang dapat dilakukan di antaranya dengan aktivitas fisik, nutrisi yang tepat, kesehatan mental, hingga pendampingan medis berkelanjutan. Karena itu kini banyak layanan kesehatan lansia yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga menjaga mobilitas sehari-hari.
Gerontologist & Aging Specialist, dr. Amelia Mulia, MAMG, dr. Amelia Mulia, MAMG menjelaskan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kebugaran lansia usia 55-75 tahun. Usia tersebut mulai mengalami penurunan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, hingga risiko masalah sendi dan tulang.
Adapun berbagai upaya yang dapat dilakukan. Di antanyara, ada kekuatan, latihan mobilitas, latihan keseimbangan, hingga edukasi nutrisi yang tepat.
"Kebugaran lansia usia 55+ hingga 75+ dapat didujung dengan berbagai program seperti strength training, mobility, balance, cognitive training, serta edukasi nutrisi yang tepat," ujar dr. Amelia.
2. Masalah Kesehatan Sendi
Sementara itu, masalah kesehatan sendi juga menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami kelompok usia lanjut. Nyeri lutut, keterbatasan gerak, hingga osteoarthritis dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pendekatan preventif seperti pemeriksaan dini, latihan fisik yang tepat, dan konsultasi orthopaedi mulai dianggap penting sebelum kondisi menjadi lebih berat.
Kini tren kebugaran (wellness) pun tidak hanya menyasar usia muda. Banyak kelompok usia 50 tahun ke atas yang mulai mencari aktivitas untuk membantu mereka tetap bugar dan aktif. Mulai dari latihan mobilitas, terapi sendi, pola makan sehat, hingga aktivitas sosial kini menjadi bagian penting dalam gaya hidup lansia modern.









