Perjuangan Ashanty Raih Gelar Doktor S3 di Universitas Airlangga: Detik-Detik Menegangkan hingga Nyaris Menyerah
PERJALANAN akademik penyanyi dan pengusaha, Ashanty, kembali menjadi sorotan publik setelah resmi menyelesaikan ujian doktoral di Universitas Airlangga (Unair). Dia pun menceritakan pengalaman menegangkan saat menjalani ujian tersebut.
Di tengah kesibukan karier dan keluarga, Ashanty mengakui bahwa proses tersebut bukanlah hal yang mudah, bahkan sempat membuatnya berada di titik hampir menyerah. Dia bahkan harus melewati detik-detik menegangkan dalam menjalani ujian doctoral tersebut.
1. Resmi Selesaikan Pendidikan Doktoral
Ashanty resmi menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Airlangga. Setelah dinyatakan lulus S3, Ashanty pun mengaku perjalanannya menempuh pendidikan ini tidaklah mudah.
Istri Anang Hermansyah itu bahkan sempat mengalami stres berat saat menjalani ujian tertutup hingga hampir menyerah. Ashanty menceritakan detik-detik ujian doktoralnya berlangsung.
Saat itu, ia menghadapi ujian tertutup bersama 10 penguji. Menurutnya, sesi tersebut penuh revisi dan “dihantam” berbagai teori yang membuat mentalnya sempat jatuh.
“Kalau lebih gila stresnya itu pas ujian tertutup, karena itu gila dua jam itu aku di-wow. Ujian tertutup itu sama 10 penguji,” kata Ashanty.
Sementara saat ujian terbuka, Ashanty mengaku lebih deg-degan karena harus tampil di depan sekitar 150 orang, termasuk penguji tamu. Namun, ia bersyukur bisa melewati semuanya dengan lancar.
“Ada momen manusia bisa blank, tapi Allah baik banget, aku ngerasa lancar menjawab jadi mereka juga ngerasa ya layak lah,” ujarnya.
2. Sempat Kehilangan Fokus
Bahkan Ashanty menceritakan bahwa sempat kehilangan fokus saat ujian. Hal itu karena suasana menegangkan dengan adanya musik pengiring dan menghadapi para guru besar.
Namun, ia mengaku bisa melewati situasi menegangkan tersebut dengan terus membaca doa dan zikir.
“Aku baca doa, zikir terus. Begitu mulai banyak yang lain-lain nanya, aku udah merasa menguasai panggung,” lanjutnya.
Ashanty juga menjelaskan bahwa dukungan keluarga dan orang-orang terdekat lah yang membuatnya bertahan, meski sempat ingin mundur dari program doktoral. Hal itu karena ia merasa tak mampu dengan berbagai tekanan yang ada.
"Kalau tidak ada support system yang benar, nggak bakalan selesai,” ujarnya.
3. Diminta Mengajar di Beberapa Kampus di Solo dan Jakarta
Kini setelah lulus S3, Ashanty pun mengaku sudah diminta untuk mengajar di beberapa kampus di Solo dan Jakarta. Namun karena merasa belum percaya diri, ia memilih mengajar mahasiswa semester awal terlebih dahulu.
“Insya Allah habis wisuda Juni, Juli aku udah disuruh ngajar di Solo terus di Jakarta. Tapi aku bilang ngajarnya anak semester satu dulu ya,” tuturnya.









