Kisah Launa Silky, Wisudawan Terbaik Magister Unpad dengan Deretan Publikasi Jurnal Q1
Ketekunan di bidang riset mengantarkan lulusan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran (Unpad), Launa Silky Karenindra Rokhmat, meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister.
Melalui program fast track, Launa mampu menuntaskan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu singkat. Tak hanya itu, ia juga berhasil menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi Q1. Launa resmi dilantik pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Sanusi Hardjadinata Kampus Unpad Bandung, Selasa 5 Mei 2026.
Launa mengungkapkan bahwa masa awal kuliah menjadi tantangan tersendiri baginya. Namun, dukungan dari lingkungan sekitar dan teman-teman membuatnya perlahan dapat beradaptasi hingga menikmati proses pembelajaran. Ia menilai pencapaiannya sebagai wisudawan terbaik tidak terlepas dari bantuan banyak pihak selama menjalani studi dan penelitian.
“Bagi saya, pencapaian ini bukan semata hasil usaha saya sendiri, melainkan karena dukungan dari orang-orang di sekitar saya,” ujar Launa, dikutip dari laman Unpad, Senin (11/5/2026).
Selama menempuh pendidikan magister, Launa lebih fokus pada kegiatan akademik dan penelitian. Ia juga sempat menjadi asisten laboratorium untuk mendukung kegiatan praktikum. Sementara ketika masih berada di jenjang sarjana, dirinya aktif mengikuti organisasi dan kepanitiaan guna mengasah kemampuan kerja sama dan pengalaman berorganisasi.Baca juga: Kisah Tabitha Ayu, Dari Hobi Seni Jadi Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,96
Minat menjadi peneliti sudah muncul sejak masa kuliah sarjana. Hal tersebut menjadi alasan utama dirinya mengikuti program fast track agar dapat mempertahankan ritme belajar sekaligus memperluas pengalaman riset. Kesempatan memperoleh pendanaan dan hibah penelitian mahasiswa magister juga menjadi faktor pendorongnya memilih jalur percepatan studi tersebut.
Meski demikian, perjalanan menjalani program fast track tidak selalu mudah. Launa harus beradaptasi cepat dari jenjang sarjana menuju magister sambil menjaga progres penelitiannya tetap berjalan sesuai target. Salah satu tantangan terberat muncul saat meneliti pengembangan material Molecularly Imprinted Polymers untuk sensor HbA1c sebagai biomarker diabetes.
Baca juga: Wisuda ITS ke-133, Dalang Muda Penerima KIP Kuliah Jadi Wisudawan Terbaik
Ia mengaku eksperimen yang dilakukan harus diulang berkali-kali karena material yang disintesis belum mampu memberikan respons sensor sesuai harapan. Dari pengalaman tersebut, Launa belajar bahwa penelitian membutuhkan proses panjang, evaluasi, dan ketekunan tinggi.Selain aktif melakukan riset, Launa juga sukses menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1. Menurutnya, proses publikasi dimulai dari menentukan topik penelitian yang relevan dan memiliki unsur kebaruan. Tantangan terbesar dalam publikasi ilmiah adalah memastikan data penelitian kuat dan konsisten, termasuk saat menghadapi revisi dari reviewer yang membutuhkan argumentasi berbasis data.
“Kadang kami juga perlu mengecek ulang hasil penelitian atau menambahkan data analisis tertentu agar penjelasannya lebih lengkap,” jelasnya.
Launa juga menilai dukungan Universitas Padjadjaran dalam bentuk fasilitas riset dan bantuan publikasi ilmiah sangat membantu selama proses studinya. Ia berharap ke depan kampus dapat terus meningkatkan fasilitas penelitian, akses jurnal internasional, ruang belajar nyaman, hingga pelatihan penulisan artikel ilmiah dan konferensi akademik bagi mahasiswa.
Di akhir, Launa berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru dan tetap konsisten menjalani proses belajar tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain.
“Trust the process, karena setiap pengalaman pasti membawa pelajaran bagi kita,” pungkasnya.
Daftar Publikasi:
1. Hydrogel Molecularly Imprinted Polymer-Based Electrochemical Sensor on Gold Modified Screen-Printed Carbon Electrodes for Stable and Selective HbA1c Detection (Q1)2. Molecularly Imprinted Polymer Technology for Electrochemical Detection of Diabetes-Related Biomarkers (Q1)3. Advances in molecularly imprinted polymers with catalityc activity for healthcare and environmental application (Q1)
4. Penentuan Kadar Asam Folat dalam Konjungat Folat Termodifikasi Silan dengan Spektrofolometer UV (Jurnal e-ISSN)
5. Recent Advances in Molecularly Imprinted Polymer-Based Sensors for Porcine Protein and DNA Detection (Q1)
6. Molecularly imprinted polymers based electrochemical sensor detection of ephitelial sodium channel protein as a biomarker of salt-sensitive hypertension (Q1).










