Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Asal Usul Nama Cicada, Julukan Covid-19 Varian Baru yang Mulai Menggila

Gaya Hidup | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 14:59
share

JAKARTA, iNews.id – Munculnya Covid-19 varian baru dengan kode BA.3.2 belakangan ramai diperbincangkan, termasuk julukan unik yang melekat padanya, yakni Cicada. Namun, dari mana sebenarnya asal nama tersebut?

Epidemiolog dari Griffith University Australia, dr Dicky Budiman, menjelaskan bahwa Cicada bukanlah nama resmi yang diberikan oleh World Health Organization (WHO). Nama itu hanya sebatas julukan yang populer di media.

"Ini bukan nama resmi WHO, tapi nickname saja," ujar dr Dicky saat diwawancara iNews.id, Senin (30/3/2026).

Menurut dia, penamaan Cicada terinspirasi dari karakter serangga cicada yang ada di kawasan Afrika Selatan atau yang dikenal sebagai tenggeret di Indonesia. Serangga ini memiliki siklus hidup unik, yakni bersembunyi lama di dalam tanah sebelum akhirnya muncul ke permukaan dalam jumlah besar.

Fenomena itulah yang kemudian dianalogikan dengan varian BA.3.2. Dokter Dicky mengungkapkan, varian ini sebenarnya sudah ada sejak 2024, namun sempat menghilang atau tidak terdeteksi secara luas dalam waktu yang cukup lama.

"Dia itu seperti cicada, lama bersembunyi, kemudian muncul kembali dan menyebar," katanya.

Dalam dunia epidemiologi, kondisi tersebut dikenal sebagai cryptic circulation atau peredaran tersembunyi. Artinya, virus tetap ada dan beredar di masyarakat, tetapi dalam tingkat rendah, sehingga tidak terpantau secara signifikan.

Baru pada akhir 2025, varian BA.3.2 mulai menunjukkan peningkatan kasus dan menyebar ke berbagai negara. Hingga kini, varian tersebut telah terdeteksi di lebih dari 20 negara dan masih masuk kategori varian under monitoring oleh WHO.

Meski demikian, Dicky menegaskan bahwa varian ini belum terbukti lebih mematikan. Namun, BA.3.2 memiliki karakter yang membuatnya lebih 'licin' dalam menghindari sistem imun, seperti kemampuan 'immune escape' dan potensi penularan yang meningkat.

"Bukan lebih mematikan, tapi lebih seperti belut, licin secara imunologis," ujarnya.

Dengan demikian, nama Cicada bukan sekadar istilah unik, tetapi mencerminkan pola kemunculan varian BA.3.2 yang sempat tersembunyi sebelum akhirnya menyebar luas secara global.

Kesimpulannya, varian Covid-19 Cicada memang lebih mudah menyebar, tetapi tidak terbukti lebih mematikan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

Topik Menarik