Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Apakah Covid-19 Varian Cicada Mematikan? Cek Faktanya di Sini!

Gaya Hidup | inews | Senin, 30 Maret 2026 - 14:33
share

JAKARTA, iNews.id - Varian baru Covid-19 bernama Cicada dengan kode BA.3.2 tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan menyebar luas di Amerika Serikat. Muncul kekhawatiran di masyarakat, apakah varian ini lebih mematikan dibandingkan varian sebelumnya?

Berdasarkan laporan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), varian BA.3.2 telah terdeteksi di sedikitnya 25 negara bagian hingga Februari 2026. Meski awalnya muncul sejak 2024 di Afrika Selatan, penyebarannya yang kini semakin luas membuat varian ini kembali menjadi perhatian global.

Apakah Covid-19 Varian Cicada Berbahaya?

Ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Prof Andrew Pekosz, menjelaskan bahwa varian ini memiliki perubahan genetik pada spike protein virus. Perubahan tersebut memungkinkan virus lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain.

Covid-19 varian baru, namanya Cicada. (Foto: X)

Meski begitu, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa varian Cicada menyebabkan gejala yang lebih parah.

Direktur Institut Kesehatan Global dan Patogen Baru di Mount Sinai, Dr Adolfo García-Sastre, menegaskan bahwa varian ini tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan penyakit.

"Tidak ada bukti bahwa BA.3.2 menyebabkan penyakit yang lebih parah atau meningkatkan angka rawat inap di wilayah yang terdampak," ujarnya, dikutip dari Today, Senin (30/3/2026).

Dia juga menambahkan bahwa meskipun varian ini tetap berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, tingkat risikonya tidak lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya.

Senada dengan itu, Prof Pekosz menyebut bahwa secara teori varian ini memang tampak mengkhawatirkan karena daya tularnya. Namun dalam praktiknya, dampaknya terhadap lonjakan kasus berat belum terlihat signifikan di berbagai wilayah.

Meski tidak lebih mematikan, varian Cicada tetap perlu diwaspadai. Para ahli mengingatkan bahwa mutasi pada virus ini berpotensi mengurangi efektivitas perlindungan dari vaksinasi sebelumnya, terutama bagi kelompok yang belum mendapatkan vaksin atau booster.

Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan BA.3.2 sebagai varian yang sedang dipantau atau variant under monitoring. Artinya, perkembangan dan penyebaran varian ini terus diawasi secara ketat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga protokol kesehatan dan melengkapi vaksinasi untuk menekan risiko penularan.

Topik Menarik