Gaya Hidup Sehat saat Ramadan, Perhatikan Penggunaan Minyak Goreng
Mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa kerap menjadi pilihan banyak orang, bahkan menjadi favorit. Namun, perlu diingat bahwa makan gorengan dapat menjadi tidak sehat, jika tidak diolah dengan benar. Salah satu faktor yang paling penting dalam mengolah makanan goreng adalah penggunaan minyak goreng yang tepat.
Artinya, penting bagi masyarakat untuk memerhatikan minyak yang digunakan untuk membuat makanan yang digoreng.
Reisa Broto Asmoro sebagai Health Enthusiast mengatakan pemilihan bahan pangan berkualitas, khususnya minyak goreng yang melalui proses penyaringan optimal, dalam menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa menjadi cara menjaga hidup sehat.
"Banyak ibu ibu yang sayang pakai minyak goreng dan bisa dipakai berkali-kali. Boleh saja, asalkan lihat kualitas minyak goreng tersebut. Misalnya lihat kompisisinya, lihat kandungannya. Apakah ada vitaminnya dan lainnya," kata Reisa Broto Asmoro dalam diskusi “Ramadhan No Oversharing bersama Tropical No Oversaring”.
Pada momen ini, masyarakat diajak memaknai bulan puasa sebagai momentum refleksi diri guna menghindari perilaku berlebihan, baik dalam pola konsumsi makanan maupun dalam interaksi sosial. Wiranti Ratanattaya selaku Brand Manager Tropical mengatakan dalam menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan, penting untuk memilih bahan pangan berkualitas, khususnya minyak goreng.
"Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam bagi audiens mengenai pengaruh kualitas minyak goreng terhadap kesehatan jangka panjang dan dapat bisa dalam memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi," tuturnya.
Wiranti berharap acara ini dapat memberikan inspirasi nyata bagi masyarakat untuk menjalani Ramadan yang lebih berkualitas. "Dengan menjaga asupan nutrisi melalui masakan yang sehat serta menjaga perilaku dalam kehidupan sosial, masyarakat diharapkan dapat mencapai keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan batin,"ucap dia.
Sementara, Chef Hideki mendemonstrasikan teknik memasak hidangan khas Korea dan Jepang, yaitu Gimari dan Tempura Don, menggunakan minyak goreng untuk membuktikan secara visual dan teknis bagaimana proses minyak dengan 2x penyaringan (No Oversaring) membuat penyerapan minyak pada makanan tidak terlalu banyak, sehingga hidangan tetap renyah, lezat, dan lebih sehat untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.









