Minum Kopi Cegah Alami Pikun, Begini Kata Dokter

Minum Kopi Cegah Alami Pikun, Begini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Senin, 2 Maret 2026 - 05:37
share

JAKARTA, iNews.id – Penyakit demensia atau yang kerap disebut pikun sering menghantui banyak orang, bahkan sejak usia muda. Tidak sedikit yang khawatir mengalami penurunan fungsi otak saat memasuki usia lanjut. Padahal, anggapan bahwa pikun adalah proses alami yang tak bisa dicegah ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dokter sekaligus konten kreator kesehatan, Farhan Zubedi, membagikan informasi menarik terkait pencegahan demensia. Melalui akun Instagram pribadinya, dia menyebut kebiasaan sederhana seperti minum kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko kepikunan.

“Gimana kalau ternyata yang bisa cegah pikun bukan obat mahal atau suplemen, tapi kopi yang kamu minum pagi ini,” kata Farhan, dikutip Minggu (1/3/2026).

Dia menjelaskan, pernyataan tersebut merujuk pada jurnal penelitian berjudul “Coffee and Tea Intake Dementia Risk and Cognitive Function” yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association. Penelitian itu menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi rutin dan penurunan risiko demensia.

“Penelitian yang dilakukan selama 43 tahun terhadap 131.000 orang menunjukkan orang yang rutin minum kopi resiko pikunnya lebih rendah,” ucap dia.

Menurut Farhan, takaran yang dianjurkan pun tergolong sederhana. Cukup dua hingga tiga cangkir kopi per hari sudah dapat membantu meminimalkan potensi kepikunan hingga 18 persen.

Dia menerangkan, kandungan kafein dalam kopi berperan meningkatkan aliran darah ke otak. Dengan begitu, suplai oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal sehingga pembuluh darah tidak cepat mengalami kerusakan.

“Karena pembuluh darah yang rusak adalah salah satu penyebab utama demensia,” cetus Farhan.

Tak hanya kopi, teh juga bisa menjadi alternatif minuman yang bermanfaat bagi kesehatan otak. Farhan menyebut, satu hingga dua cangkir teh per hari juga dinilai cukup untuk memberikan efek serupa.

“Satu sampai dua cangkir per hari. Jadi pas pagi lagi ngopi atau minum teh, kita tahu ini bukan cuma sebuah ritual, tapi ternyata ini juga investasi buat otak kita puluhan tahun ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap mengingatkan agar konsumsi kopi dan teh tidak berlebihan serta disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Gaya hidup sehat secara menyeluruh tetap menjadi kunci utama dalam menjaga fungsi kognitif hingga usia lanjut.

Topik Menarik