Pengacara Inara Rusli Sentil Mawa, Jangan Goreng Rumah Tangga Demi Popularitas!
Kuasa hukum Inara Rusli, Lechumanan angkat bicara terkait polemik rumah tangga kliennya dengan Insanul Fahmi yang hingga kini masih terus bergulir. Namun pengacara Inara justru menyoroti soal Wardatina Mawa yang dinilai sengaja memperpanjang persoalan dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, hingga kini status hubungan Insan dan Mawa masih sah sebagai suami-istri karena belum ada putusan pengadilan yang mengakhiri pernikahan mereka. Karena itu, ia meminta agar persoalan diselesaikan secara internal tanpa melibatkan publik.
“Suami-istri masih terikat perkawinan, belum ada putusan yang mengakhiri hubungan mereka. Jadi lebih baik lakukan komunikasi persuasif,” ujarnya.
Baca Juga : Inara Rusli Minta Maaf di Hari Ulang Tahun, Singgung Hati yang Pernah Tersakiti
Ia juga menilai seharusnya komunikasi tidak perlu melalui kuasa hukum apabila memang masih dalam ikatan pernikahan. Ia menyarankan agar Insan dan Mawa duduk bersama dan berbicara dari hati ke hati demi menyudahi polemik yang telah menjadi konsumsi publik.Ia menyayangkan jika urusan rumah tangga harus terungkap ke publik dan menjadi konsumsi seluruh warga Indonesia.“Saya mewakili klien saya minta kalian akhiri polemik ini. Jangan sampai seluruh Indonesia ikut campur urusan kalian,” tegasnya.
Ia juga menduga persoalan ini sengaja "digoreng" untuk mendongkrak popularitas. Bahkan, ia menyebut kemungkinan adanya keuntungan berupa kontrak pekerjaan atau endorse yang didapat Mawa dari ramainya pemberitaan.
Baca Juga : Wardatina Mawa Bakal Gugat Cerai Insanul Fahmi di PA Medan setelah Lebaran
Terkait prediksi apakah Mawa akan betul-betul menceraikan Insanul, pengacara Inara pun mengaku tak yakin. Karena menurutnya jika keduanya betul-betul bercerai, maka Mawa sudah tidak bisa lagi mendompleng popularitas dan namanya pun akan kembali redup.
“Dugaan saya jelas-jelas menggunakan perkara ini untuk mendompleng nama dia, untuk menaikkan popularitas,” ucapnya.
Namun ia tetap membuka ruang penyelesaian secara baik-baik, terlebih di bulan Ramadan. Ia menyarankan agar keputusan apa pun diambil secara tegas baik melanjutkan rumah tangga maupun mengakhirinya, dan tidak membuat situasi jadi menggantung.
“Kalau mau akhiri, akhiri baik-baik. Jangan digantung-gantung,” katanya.










