Gejala Gagal Ginjal Muncul di Stadium Akhir, Dokter Sarankan Deteksi Dini Lewat Tes Urin
JAKARTA - Penyakit gagal ginjal sering kali tidak disadari gejalanya oleh pasien. Penyakit ini biasanya baru diketahui saat kondisi fisik menurun dan ternyata sudah berada di stadium akhir atau pasien harus menjalani dialisis (cuci darah).
Padahal, deteksi dini gagal ginjal bisa dilakukan melalui pemeriksaan sederhana. Menurut Spesialis Ginjal dan Hipertensi, Prof. Dr. dr. Endang Susalit, cukup dengan melakukan pemeriksaan urin lengkap sudah dapat diketahui apakah ginjal bermasalah atau tidak.
Tes ini pun dapat dilakukan di laboratorium umum dengan harga yang terjangkau.
“Urin lengkap saja. Kalau hasilnya bersih, biasanya aman,” kata Prof. Endang.
Prof. Endang menjelaskan bahwa pemeriksaan urin mampu mendeteksi adanya protein, darah, atau zat lain yang menjadi tanda awal gangguan ginjal. Jika dilakukan secara rutin, tes ini dapat membantu mencegah progresi penyakit ke tahap yang lebih lanjut.
Menariknya, meskipun jumlah penderita gagal ginjal antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, pasien laki-laki lebih banyak yang akhirnya menjalani transplantasi. Hal itu dipengaruhi oleh faktor sosial, yakni peran laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga.
Sehingga, biasanya anggota keluarga mendorong dengan memberikan donor ginjal agar kualitas hidupnya kembali membaik dan bisa bekerja lagi.
“Laki-laki sering jadi pencari nafkah utama, jadi keluarganya mendorong agar kualitas hidupnya kembali baik dan bisa bekerja lagi,” ujarnya.
Prof. Endang juga menjelaskan bahwa kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi kunci penting. Dengan diagnosis yang lebih awal, pasien nantinya memiliki lebih banyak pilihan terapi, termasuk peluang menjalani transplantasi pada waktu yang tepat, bukan saat kondisi kerusakan ginjal sudah terlalu berat.










