Loading...
Loading…
Selamat! Unsoed Purwokerto Punya 3 Profesor Baru

Selamat! Unsoed Purwokerto Punya 3 Profesor Baru

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Genpi | Jumat, 29 Juli 2022 - 11:31

GenPI.co Jateng - Universitas Jenderal Soedirman ( Unsoed ) Purwokerto kembali mengukuhkan 3 profesor baru yaitu Prof Triana Setyawardani sebagai profesor bidang Ilmu Teknologi Hasil Ternak; Prof Agus Maryoto sebagai profesor bidang Ilmu Teknologi Beton; dan Prof Tamad Sebagai profesor bidang Ilmu Tanah.

Rektor Unsoed ProfAkhmad Sodiq mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sebagai sebagai tempat yang nyaman untuk memantik lahirnya kebaruan ilmu pengetahuan yang selaras dengan perkembangan dan kebutuhan zaman.

"Peran strategis tersebut tentunya menjadi sesuatu di mana Unsoed harus hadir dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sesuatu yang memiliki nilai kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat," kata Rektor, Kamis (28/7).

Adapun ketiga profesor tercatat sebagai profesor ke-86, ke-87 dan ke-88 di Unsoed.

Prof Triana Setyawardani menjadi profesor ke-22 di Fakultas Peternakan; Prof Agus Maryoto sebagai profesor ke-3 di Fakultas Teknik; dan Prof Tamad merupakan profesor ke-11 pada Fakultas Pertanian.

Rektor Unsoed Purwokerto menyampaikan pemikiran ketiga profesor yang baru saja dikukuhkan sungguh membesarkan hati para insan perguruan tinggi.

Mereka tidak saja melahirkan kebaruan gagasan, melainkan senantiasa mengontekstualisasikan pada dinamika kehidupan masyarakat.

Prof Triana Setyawardani dalam orasi ilmiahnya menyampaikan materi dengan judul Pengembangan Keju Lokal sebagai Pangan Fungsional.

Menurut dia, pengembangan keju lokal sebagai pangan fungsional merupakan upaya untuk menghasilkan produk pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan zat-zat gizi makro.

Akan tetapi, ini juga menghasilkan produk pangan yang mengandung komponen bioaktif yang secara fisiologis dapat meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh.

Komponen bioaktif dapat berupa probiotik, peptida bioaktif, dan juga fitokimia dari berbagai jenis herbal.

"Pengembangan keju yang berbasiskan sumber daya lokal juga akan mendorong dihasilkannya produk keju olahan di Indonesia yang hingga saat ini, sebagian besar, masih dipasok oleh produk impor," jelas dia.(*)

Simak video pilihan redaksi berikut ini:

Original Source

Topik Menarik