Kegunaan Jenis Pahat dan Ukurannya
JAKARTA, celebrities.id - Kegunaan jenis pahat biasanya muncul dalam beberapa soal tes atau ulangan harian seni budaya tingkat SMP. Dalam memahat, kita juga perlu memperhatikan teknik-tekniknya supaya hasilnya tidak rusak.
Teknik pahat sendiri adalah proses atau cara mengurangi bahan pahat menggunakan alat pahat. Dalam membuat patung atau relief dengan bahan dasar kayu dan batu, alat ukir yang biasa digunakan adalah pahat dan palu. Dari segi lokasi mata pahat, jenis pahat bisa dibedakan dalam dua jenis yakni pahat kanan (right hand) dan pahat kiri (left hand).
Pahat kanan mempunyai mata potong utama yang sesuai dengan lokasi ibu jari tangan kanan jika telapak tangan kanan ditelungkupkan diatas pahat yang dimaksud dengan sumbu pahat dan sumbu tapak tangan sejajar. Begitu juga sebaliknya dengan pahat kiri.
Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Senin (20/6/2022) telah merangkum kegunaan jenis pahat, sebagai berikut.
Kegunaan Jenis Pahat
Mengutip dari RPP SMK N 9 Surakarta tentang Teknik Kerja Ukir Kayu, berikut adalah beberapa kegunaan jenis pahat secara umum, diantaranya:
1. Pahat Penyilat (Pahat Lurus)
Pertama adalah pahat penyilat. Pahat ini digunakan untuk memahat gambar atau ukiran atau juga ornamen yang lurus, zig-zag, segi tiga, segi empat dan membuat dasar gambar.
Pahat yang juga sering disebut pahat lurus ini juga biasa digunakan untuk mengerjakan bagian bangunan atau benda yang lurus atau rata. Pahat ini sering dimanfaatkan di dunia pertukangan dalam membuat kusen. Ukurannya 3 cm dan yang terkecil ukuran 2 mm.
2. Pahat V (Pahat Coret)
Kemudian ada pahat V atau coret. Pahat jenis ini digunakan dalam membuat garis aksen, benangan, tekstur baik garis lurus atau garis lengkung. Pahat ini secara umum digunakan sebagai pahat aksesoris, pendukung atau tambahan yang berjumlah 3 sampai 5 bilah.
Ukuran mata pahat mulai dari 2,5 mm sampai dengan 150 mm, sementara panjangnya sekitar 2200 mm sampai dengan 2500 mm. Sengaja dibuat berbentuk huruf V, sebab kerap digunakan dalam pengerjaan bagian pecahan, seperti daun, bunga, rambut atau bagian lain yang lebih halus. Pengerjaan tersebut bisa dikatakan juga sebagai kegiatan membatik atau nyoreti dengan ukuran terbesar adalah 0,7 cm dan yang terkecil adalah 0,2 cm.
3. Pahat Kol
Selanjutnya ada pahat kol. Pahat jenis ini digunakan Fungsi dalam membentuk cekungan. Mirip layaknya jenis Pahat V, Pahat Kol juga digunakan sebagai pahat aksesoris, pendukung atau tambahan berjumlah 5 sampai 10 bilah.
Mata pahat kol berbentuk melengkung belahan setengah bulatan yang juga berfungsi dalam mengerjakan bagian-bagian cekung yang tidak dapat dikerjakan dengan pahat penguku. Ukuran mata pahat ini terbesar 1,5 cm dan yang terkecil 0,5 cm.
4. Pahat Pangot
Pahat jenis ini berbentuk miring seperti mata pisau dan biasanya digunakan dalam membersihkan bagian-bagian sudut ukiran yang tidak terjangkau oleh pahat penguku (pahat lengkung) atau penyilat (pahat lurus).
Pahat ini juga digunakan sebagai pahat aksesoris, pendukung atau tambahan yang berjumlah 1 sampai 3 bilah. Ukuran mata pisau pahat ini berkisar 150 mm, sementara panjangnya sekitar 2200 mm hingga 2500mm.
5. Pahat Kuku/Penguku (Pahat Lengkung)
Terakhir ada pahat kuku. Pahat jenis ini berguna untuk memahat gambar ukiran, ornamen lengkung, lingkaran, setengah lingkaran atau bentuk cekung dan cembung serta garis. Pahat ini termasuk jenis pahat pokok ukir berjumlah 20 buah.
Ukuran mata pisau pahat jenis ini biasanya mulai dari 1,5 mm hingga 350 mm, sementara panjangnya sekitar 1500 mm sampai dengan 2500 mm. Jenis mata pahat ini lengkung layaknya kuku manusia dan juga berfungsi sebagai alat pengerjaan bagian yang melengkung, melingkar, membentuk cekungan dan cembung. Ukuran terbesarnya yakni 3 cm dan terkecil 2 mm.










