Loading...
Loading…
Dunia Bersiaga Hadapi Dampak Serius Hepatitis Akut

Dunia Bersiaga Hadapi Dampak Serius Hepatitis Akut

Powered by BuddyKu
Gaya Hidup | Sindonews | Kamis, 19 Mei 2022 - 14:57

JAKARTA Masyarakat dunia saat ini sedang bersiaga dalam menghadapi menyebarnya penyakit hepatitis akut yang kini sudah ada di 20 negara. Mereka khawatir hepatitis akut ini bakal menyusul menjadi pandemi seperti Covid-19. Penyakit ini bahkan sudah menyebar di Indonesia dengan 18 kasus dan 7 orang diantaranya meninggal dunia. News RCTI+ terus mengupdate setiap perkembangan penting dari kemunculan hepatitis misterius ini.

Ancaman Covid-19 boleh dikatakan sudah mulai berkurang. Hal ini bisa ditandai dengan semakin melandainya jumlah kasus Covid-19 yang tidak saja terjadi di Indonesia tapi juga secara global di seluruh dunia. Cukup melegakan. Apalagi, Indonesia saat ini sedang terjadi transisi dari pandemi menuju ke endemi Covid-19. Namun, dalam sebulan terakhir ini masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya penyakit baru yang tidak kalah ganasnya, yaitu hepatitis akut.

Penyakit ini memang secara spesifik belum memiliki nama khusus karena sampai saat ini penyebabnya belum diketahui secara pasti. Gejalanya seperti penyakit hepatitis namun penyebabnya bukan disebabkan oleh virus hepatitis. Bahkan, ada yang menyebut penyakit ini sebagai hepatitis misterius. Keberadaan penyakit ini tak bisa dianggap sebelah mata. Karena sejak kemunculan pertamanya di Inggris Raya pada 5 April 2022, penyebarannya terus meluas ke seluruh dunia dan cukup mematikan. Menurut data Kementerian Kesehatan per 13 Mei 2022 lalu, sudah ada 20 negara dengan jumlah kasus 228 orang terdeteksi mengidap penyakit tersebut.

Baca Juga :
Hepatitis Akut Bak Teror di Siang Bolong, Rumah Sakit Mulai Lakukan Hal Ini

Bagaimana di Indonesia? Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan. Kemenkes mencatat sampai pertengahan Mei ini, sudah ada 18 orang yang terdeteksi terjangkit hepatitis akut. Dimana, 9 kasus masuk pending classification, tujuh discarded, satu dalam proses verifikasi dan satu probable. Kasus ini menyebar di sejumlah daerah mulai Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur. DKI Jakarta tercatat sebagai paling banyak dengan 12 kasus. Yang menjadi perhatian serius adalah 7 dari 18 orang yang terdeteksi hepatitis akut ini meninggal dunia.

Dunia saat ini sedang berusaha keras meneliti apa penyebab hepatitis akut ini dan bagaimana penularannya. Karena sampai saat ini belum ada yang secara pasti menemukan virus atau bakteri apa yang menyebabkan seseorang bisa terkena hepatitis akut tersebut. Banyak berita beredar mengenai hal tersebut, ada yang menyebut penyakit tersebut menyerang melalui udara hingga makanan. Ada yang mengabarkan ada keterkaitan vaksin Covid-19 dengan penyakit ini. Namun, berbagai spekulasi tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut. Seluruh dunia saat ini sedang bahu membahu dan bertukar informasi untuk menemukan penyebab dan pola penyebaran hepatitis yang masih misterius ini.

Baca Juga :
Dunia Waspadai Ancaman Hepatitis Akut

Sebagai antisipasi untuk menghindari penyakit ini diharapkan masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan pakai sabun, memasak makanan hingga matang, alat makan yang bersih, menghindari kontak dengan orang sakit, memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Kemenkes telah merujuk RSPI Sulianti Saroso sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk kasus hepatitis akut ini.

Dengan menyebarnya hepatitis akut ini banyak pertanyaan yang muncul di masyarakat. Salah satuya, apakah penyakit ini akan menjadi pandemi seperti Covid-19? Sejauh ini banyak dokter yang memprediksi hepatitis akut tidak akan menimbulkan pandemi seperti Covid-19 karena penyebarannya yang lambat. Namun, keberadaan hepatitis akut ini tetap wajib diwaspadai karena dampaknya cukup mematikan terutama bagi pasien yang terlambat datang ke rumah sakit dengan kondisi yang sudah parah. Simak terus isu-isu seputar hepatitis akut di News RCTI+ yang akan terus memberitakan setiap perkembangan penting dan menarik terkait penyakit ini.

Di dukung oleh 93 publisher, News RCTI+ menjadi news aggregator di bawah naungan MNC Group yang mampu menyajikan informasi dengan lengkap, terpercaya dan terkini. "News RCTI+ terus berkomitmen untuk memberitakan berbagai fenomena menarik, berdampak luas dan menjadi perhatian publik, kata Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo. Dia berharap News RCTI+ bisa menambah pengetahuan, hiburan sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat atas informasi penting yang disampaikan setiap hari.

Sebanyak 93 publisher menyuplai ribuan berita setiap hari ke News RCTI+ dalam berbagai isu di segala bidang. Ribuan berita tersebut ditampung dalam 14 kategori atau kanal. Yaitu, Berita Utama, Terkini, Populer, Otomotif, Travel, Ekonomi, Gaya Hidup, Muslim, Seleb, Teknologi, Olahraga, Global, Nasional, dan Infografis. News RCTI+ juga sudah menyediakan Topik Menarik untuk memudahkan pembaca mencari kumpulan berita menarik yang disukainya.

Baca Juga :
Mual dan Muntah Disertai Urin Berwarna Seperti Teh? Segera ke Rumah Sakit

Publisher-publisher yang telah berkolaborasi dengan RCTI+ diantaranya: Okezone.com, Sindonews.com, Inews.id, Republika.com, Jawapos.com, Bisnis.com, Brilio.net, Tabloidbintang.com, Katadata.co.id, Rmol.id, rm.id, Infobanknews.com, dan Inilah.com. Selain itu ada Indozone.id, Ayojakarta.com, Pojoksatu.id, Alinea.id, Gwigwi.com, dw.com, todaykpop.com, Indosport, Skor.id, dan masih banyak lagi.

Tak hanya publisher yang home base-nya di Jakarta, News RCTI+ juga menggandeng banyak publisher berpengaruh yang markasnya di daerah. Sebut saja Radarjogja.com, Bantenhits.com, Ayosemarang.com, Ayobogor.com, Suarantb.com, Lombokpost.com, Suarasurabaya.net, Sumselupdate.com, Bukamatanews.id, Mandalapos.co.id dan masih banyak yang lain.

Original Source

Topik Menarik

{
{