Pendapatan dan Laba SSMS Kompak Melesat Double Digit hingga September 2026

Pendapatan dan Laba SSMS Kompak Melesat Double Digit hingga September 2026

Ekonomi | idxchannel | Senin, 2 November 2026 - 10:14
share

IDXChannel - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten produsen minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) itu mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,59 triliun, naik 58,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Sementara itu, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp14,83 triliun, melonjak 34,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang penjualan komoditas utama, yakni CPO dan produk turunannya, termasuk RBD palm olein, crude palm kernel oil, serta palm kernel. 

Seiring peningkatan aktivitas bisnis, beban pokok penjualan SSMS naik 22,95 persen secara tahunan menjadi Rp8,89 triliun dari sebelumnya Rp7,23 triliun. Kendati demikian, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi mampu mendorong laba bruto meningkat 57,65 persen menjadi Rp5,95 triliun dari Rp3,77 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi operasional, laba usaha SSMS mencapai Rp2,76 triliun, meningkat 43,11 persen dibandingkan Rp1,93 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset SSMS mencapai Rp18,71 triliun per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 37,72 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp13,58 triliun. Peningkatan aset antara lain berasal dari saldo bank yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,2 triliun terkait penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Aset lancar perseroan meningkat menjadi Rp11,1 triliun dari Rp5,9 triliun pada 31 Desember 2025. Sementara itu, aset tidak lancar tercatat sebesar Rp7,6 triliun. Adapun kas dan setara kas SSMS mencapai Rp904,01 miliar pada akhir September 2026. Jumlah tersebut meningkat 3,43 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp874,06 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan meningkat 41,85 persen menjadi Rp15,1 triliun per 30 September 2026, dari Rp10,64 triliun pada akhir 2025. Adapun total ekuitas SSMS tumbuh 22,76 persen menjadi Rp3,61 triliun.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik