BEI Diminta Fokus Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Hadapi Usulan MSCI

BEI Diminta Fokus Perkuat Transparansi dan Tata Kelola Hadapi Usulan MSCI

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:14
share

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta memprioritaskan reformasi tata kelola serta transparansi pasar modal untuk merespons usulan penyesuaian status pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai, langkah cepat regulator dalam menindaklanjuti usulan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi pasar modal domestik. 

Namun, respons regulator perlu diarahkan pada perbaikan konkret yang dapat menjawab penilaian dan kekhawatiran investor global.

"Saya enggak mau merespon Presiden, komentar Presiden. Tapi tentunya apa yang sudah ditindaklanjuti oleh OJK dan regulator bursa, saya pikir ini kita pro-apresiasi dan tentunya ini bukan dalam artian pemerintah tutup mata, tidak mengindahkan reklasifikasi ataupun konsultasi dari MSCI tersebut," ujar Josua dalam acara Wealth Wisdom Jakarta 2026, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, regulator perlu menunjukkan bukti nyata bahwa reformasi pasar modal berjalan dan persoalan yang menjadi perhatian MSCI ditangani secara terukur. Langkah ini penting untuk meluruskan persepsi investor global terhadap kondisi pasar saham Indonesia.

"Artinya bagaimana ya mungkin dari perspektif saya melihatnya bahwa regulator bursa dan juga OJK mungkin diarahkan untuk bagaimana menunjukkan reforms dan juga menunjukkan bukti-bukti nyata bahwa ekonomi kita tidak seburuk yang dipersepsikan oleh MSCI," tutur dia.

Di sisi lain, Josua mengingatkan pentingnya menjaga keterbukaan pasar modal Indonesia terhadap investor asing. Kebutuhan terhadap investasi luar negeri masih relevan, terutama ketika perekonomian menghadapi tantangan defisit ganda atau twin deficit, yakni defisit anggaran dan defisit transaksi berjalan.

"Pemerintah menyadari bahwa investasi untuk membangun perekonomian ke depannya tidak hanya mengandalkan dari investor domestik, jadi investor asing pun juga tetap dibutuhkan," tuturnya.

Karena itu, perbaikan tata kelola dan keterbukaan informasi juga penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan pasar modal tetap menjadi sumber pembiayaan bagi perekonomian nasional.

Josua menegaskan, pelemahan pasar modal yang berlarut-larut berisiko membatasi akses pendanaan bagi dunia usaha. Oleh sebab itu, upaya penyelesaian persoalan pasar modal perlu lebih diutamakan dibandingkan perdebatan mengenai pernyataan sejumlah pihak.

"Artinya kita jangan lagi mempermasalahkan pendapat seseorang, tapi bagaimana kita mencarikan jalan keluarnya. Itu yang lebih penting lagi melihat ke depannya karena ini agar tidak memperburuk kondisi yang terjadi saat ini di pasar modal. Kalau pasar modalnya ini terpuruk terus tentu permodalan buat perekonomian pun juga akan semakin terbatas," tutur dia.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik