Proposal Rahasia AS Bocor Minta Aset Rusia Rp5.338 Triliun Dicairkan, Eropa Meradang
Inisiatif kejutan dari Washington kembali mengguncang konsensus sekutu Barat. Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump secara mengejutkan mengusulkan pencairan aset-aset kedaulatan Rusia senilai ratusan miliar euro yang saat ini dibekukan di Eropa.
Langkah radikal ini diajukan AS guna memberi dorongan (impetus) baru bagi perundingan damai Rusia-Ukraina, sebagaimana dilaporkan Financial Times (FT). Usulan kontroversial tersebut dihembuskan dalam perundingan rahasia di Miami pekan lalu yang melibatkan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner, bersama perwakilan tingkat tinggi dari Ukraina, Prancis, Jerman, Inggris, Uni Eropa, dan NATO.
Langkah AS tersebut dilaporkan membuat delegasi Eropa dan Kiev kaget (startled). Negara-negara pendukung utama Ukraina di Eropa dengan tegas menolak menyerahkan kendali atas aset Rusia tersebut, mengingat pencairan atau pengalihan aset membutuhkan persetujuan mutlak (unanimous approval) dari seluruh 27 negara anggota Uni Eropa.
Baca Juga: AS Sita Minyak Iran Senilai Rp10 Triliun, Hukum Kuno Rampasan Perang Disorot
Reaksi keras langsung berdatangan dari pimpinan Uni Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz, menegaskan tidak akan ada kompromi. "Aset-aset tersebut harus tetap dibekukan di Eropa. Ini adalah urusan kami dan kami yang memutuskannya," tegas Merz.
Sedangkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia, Radoslaw Sikorski melontarkan pernyataan yang jauh lebih sengit. "Pengembalian dana apa pun kepada Rusia hanya bisa terjadi dengan melangkahi mayat kami (over our dead bodies)!" ungkapnya.
Usulan pencairan aset ini bergulir di tengah meruncingnya perselisihan terbuka antara Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Trump secara terbuka menyalahkan serangan drone Ukraina ke kilang-kilang minyak Rusia sebagai pemicu melambungnya harga BBM global, bahkan secara ekstrem menyerukan agar Ukraina mendapatkan presiden baru.
Di sisi lain, Zelenskiy merasa dikhianati oleh Washington setelah Trump menyepakati impor jutaan ton diesel dari Rusia serta memberlakukan pembatasan akses Ukraina terhadap jaringan satelit Starlink. Baca Juga: Bak Rampasan Perang, Eropa Mau Bagi-bagi Aset Beku Rusia
Laporan Reuters juga mengungkapkan bahwa Washington kini tengah mempertimbangkan kelonggaran sanksi bagi sejumlah kapal dari shadow fleet (armada bayangan) Rusia, demi memulihkan pasokan energi dunia.Sebagai informasi negara-negara Barat telah membekukan sekitar USD300 miliar setara Rp5.338 triliun (dengan kurs Rp17.793 per USD) aset Rusia seiring meningkatnya konflik Ukraina pada 2022. Aset Rusia yang dibekukan itu sebagian besar disimpan di Euroclear, lembaga penitipan efek yang berbasis di Brussels.
Terkait hal itu, Moskow berulang kali mengecam langkah yang dilakukan Eropa dan menyebutnya sebagai tindakan “pencurian” secara terang-terangan.
Sementara negara-negara Uni Eropa berhasil sepakat untuk menggunakan hasil dari dana itu untuk mendukung Ukraina, namun proposal untuk mengambil secara penuh langsung menghadapi perlawanan sengit karena dikhawatirkan langkah itu bisa merusak reputasi bisnis blok tersebut dan memicu balasan dari Moskow.








