Investasi Semester I-2026 Capai Rp1.010,6 Triliun, Hilirisasi Terus Didorong
Pemerintah mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian energi sebagai penggerak transformasi ekonomi nasional memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Agenda tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri Indonesia.
“Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, program hilirisasi menunjukkan peningkatan signifikan dan semakin memperbesar kontribusinya terhadap investasi nasional,” ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Baca Juga:BP BUMN hingga Kementerian Investasi Bakal di Bawah Bahlil
Kinerja investasi nasional pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani bersama Todotua menempatkan hilirisasi sebagai instrumen untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong kemakmuran masyarakat.
Dampak pengembangan industri pengolahan terlihat di Maluku Utara yang berkembang menjadi salah satu pusat industri nasional. Produk ekspor dari wilayah tersebut semakin beragam, mencakup feronikel, nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), nickel sulfate, hingga kobalt. Perkembangan ini melanjutkan pertumbuhan industri pengolahan nikel yang sebelumnya berlangsung di Morowali, Sulawesi Tengah.Todotua menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak cukup diukur dari nilai investasi dan kapasitas produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap tenaga kerja lokal, keterlibatan pelaku usaha daerah, serta keberlanjutan lingkungan. Pemerintah, menurut dia, perlu memastikan manfaat investasi dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Selain hilirisasi, pemerintah memperkuat ketahanan energi untuk menopang kebutuhan industri pengolahan. Salah satu langkah yang ditempuh ialah peluncuran program biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo pada Juli 2026, yang diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya domestik dan mengurangi ketergantungan pada energi impor.
Buruh Usul Upah 2027 Naik 7,5-9,5 Persen
Pemerintah juga berupaya menarik investasi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga surya, hidro, dan panas bumi, serta mengoptimalkan mineral kritis untuk mendukung teknologi hijau. Todotua menyebut kepastian hukum, kemudahan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi faktor penting untuk meningkatkan investasi energi bersih.
Baca Juga:Rincian Investasi 10 Proyek Hilirisasi Rp180 T: Ciptakan 10.000 Lapangan Kerja, Enam Groundbreaking
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kementerian Investasi dan Hilirisasi berkomitmen memperkuat sinergi hilirisasi, industrialisasi, dan transisi energi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi industri, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
“Transisi energi tidak seharusnya menjadi beban pembangunan. Sebaliknya, transisi energi harus menjadi jendela menuju ketahanan energi, peningkatan daya saing industri, dan kemakmuran nasional,” kata Todotua.









