Intip Peluang di Sektor Konsumer, Pilih MYOR, ICBP atau UNVR?
IDXChannel – Sektor barang konsumsi diperkirakan masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal III 2026, meski kenaikan biaya bahan baku mulai membatasi ruang ekspansi margin perusahaan.
BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan, Jumat (9/10/2026), pendapatan sektor konsumer tumbuh 5,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2026.
Namun, tekanan terhadap biaya produksi diperkirakan berlanjut dan bahkan mencapai puncaknya pada kuartal IV-026 hingga kuartal I-2027, seiring kenaikan harga sejumlah komoditas serta dampak El Niño.
Di tengah tekanan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi Overweight untuk sektor konsumer. Permintaan konsumen yang dinilai relatif resilien serta valuasi yang menarik menjadi dasar rekomendasi tersebut.
Dari sisi valuasi, sektor konsumer diperkirakan diperdagangkan pada price-to-earnings (P/E) 2026 sebesar 9,3 kali.
BRI Danareksa menempatkan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai saham pilihan utama.
Untuk ICBP, BRI Danareksa memproyeksikan pendapatan tumbuh 7,5 persen YoY.
Pertumbuhan tersebut masih dibayangi tekanan margin akibat kenaikan biaya sejumlah bahan baku, termasuk gandum, kentang, dan minyak goreng. Target harga ICBP dipatok sebesar Rp10.600 per saham.
Sementara itu, pendapatan MYOR diproyeksikan tumbuh 7,3 persen YoY, terutama ditopang penjualan domestik.
Kendati demikian, kenaikan harga gula masih menjadi tantangan bagi margin perusahaan.
BRI Danareksa menetapkan target harga MYOR sebesar Rp2.500 per saham.
Untuk PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), pendapatan diperkirakan tumbuh 5 persen YoY.
Kenaikan harga jual diharapkan dapat membantu perusahaan mempertahankan margin di tengah tekanan biaya. Target harga UNVR ditetapkan sebesar Rp2.500 per saham.
Pendapatan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) diproyeksikan tumbuh 4,8 persen YoY, didukung kinerja bisnis ICBP dan Bogasari. Target harga INDF berada di level Rp9.200 per saham.
Meski pertumbuhan pendapatan sektor konsumer masih terjaga, investor tetap perlu mencermati tekanan biaya bahan baku yang berpotensi menahan pertumbuhan laba.
Kondisi tersebut diperkirakan menjadi perhatian utama hingga awal 2027, terutama ketika dampak kenaikan biaya produksi dan El Niño mencapai puncaknya. (Aldo Fernando)









