CEO Danantara Ungkap BUMN yang Bakal Melantai di Bursa

CEO Danantara Ungkap BUMN yang Bakal Melantai di Bursa

Ekonomi | okezone | Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:25
share

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengkaji beberapa BUMN yang berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2027.

Rosan menyebut beberapa segmen bisnis BUMN yang berpotensi IPO tahun depan antara lain perusahaan yang bergerak di sektor keuangan, infrastruktur, hingga sektor pertambangan. Namun ia belum menyebut perusahaan apa saja yang berpotensi melantai di pasar modal tahun depan.

"Kita lagi identifikasi, akhir tahun ini kita akan menuntaskan beberapa perusahaan yang kita sudah melihat mempunyai potensi, mempunyai respon positif dari masyarakat, dari dunia usaha baik dalam maupun luar negeri," ujarnya saat ditemui usai acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Salah satu tujuan utama melantainya perusahaan BUMN di Bursa Efek, di samping untuk mencari alternatif pendanaan untuk keperluan ekspansi usaha, juga meningkatkan transparansi karena akan diawasi langsung baik oleh pemegang saham pemerintah maupun pemegang saham publik. Hal ini akan mendorong kinerja perusahaan agar tetap optimal kedepannya.

"Di sektor finansial ada, di sektor infrastruktur ada, di sektor pertambangan juga ada," tambahnya.

Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Danantara, sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga sempat menyebut beberapa perusahaan BUMN yang ke depan berpotensi untuk mencari alternatif pendanaan lewat pasar modal.

 

Dony menyebutkan beberapa perusahaan itu diantaranya, PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, operator pelabuhan Pelindo, hingga PT Angkasa Pura Indonesia. Namun rencana tersebut ia akui belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus, contohnya ada Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, Angkasa Pura dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu secara market cap bagus untuk kita IPO-kan nanti," kata Dony saat ditemui di Kementerian Keuangan.

Topik Menarik