Harga Solar Menggila, AS Desak Eropa Lepas Cadangan Darurat 120 Juta Barel

Harga Solar Menggila, AS Desak Eropa Lepas Cadangan Darurat 120 Juta Barel

Ekonomi | sindonews | Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:51
share

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak Uni Eropa (UE) melepas sekitar 120 juta barel solar dari cadangan darurat dalam enam bulan untuk meredakan tekanan harga bahan bakar global. AS juga memberi sinyal dapat membatasi ekspor solar ke Eropa jika Prancis dan Jerman tidak menggunakan cadangan bahan bakar darurat mereka.

“Adalah kepentingan terbaik Eropa untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat saat kami menempuh berbagai jalur untuk meningkatkan pasokan produk olahan dan menurunkan biaya bagi konsumen,” kata seorang pejabat AS kepada Reuters, sebagaimana dikutip Kamis (1/10/2026).

Baca Juga:Pertamina Tahan Kenaikan Harga BBM per 1 Oktober 2026

Menurut tiga sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump frustrasi karena Prancis dan Jerman dinilai belum sepenuhnya memenuhi komitmen sebelumnya untuk mengurangi cadangan minyak dan produk minyak bumi darurat. Sumber lain yang berbasis di salah satu ibu kota Eropa mengatakan AS meminta UE melepas 120 juta barel solar selama enam bulan.

Komisi Eropa, Jerman, Prancis, Italia, Irlandia, dan Inggris pada Kamis melakukan pembicaraan untuk mempertimbangkan kemungkinan pelepasan cadangan solar. Namun, belum ada keputusan final mengenai besaran maupun mekanisme pelepasan stok tersebut.

Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya mengatakan pemerintah mengharapkan pengumuman dari negara-negara Eropa terkait tambahan pasokan solar. Ia menyebut gangguan pasokan dari Timur Tengah dan China telah memperketat pasar produk olahan minyak global.

Tekanan AS tersebut muncul ketika harga solar domestik AS mencapai rekor USD6,53 per galon pada pekan lalu. Presiden Trump sebelumnya menyatakan mendukung pembatasan ekspor solar sebagai salah satu upaya menurunkan harga bahan bakar di dalam negeri menjelang pemilihan paruh waktu pada November.

Baca Juga:Trump Ungkap Tawaran Iran untuk Buka Selat Hormuz Sama Sekali Tidak Memadai

Namun, gagasan pembatasan ekspor mendapat penolakan dari sejumlah kelompok usaha dan industri energi AS. American Petroleum Institute, Kamar Dagang AS, serta sejumlah organisasi terkait memperingatkan pembatasan ekspor dapat mengurangi produksi, memperketat pasokan, dan meningkatkan biaya bagi rumah tangga, petani, serta perusahaan angkutan, sementara Wright juga mengatakan larangan ekspor secara menyeluruh bukan solusi yang efektif.

Eropa sendiri semakin bergantung pada pasokan bahan bakar dari AS setelah menghentikan impor energi Rusia akibat perang di Ukraina, sementara konflik AS-Israel dengan Iran turut mengganggu pasokan dari Timur Tengah. Reuters melaporkan Prancis dan Jerman menjadi pemegang utama cadangan solar darurat UE, sehingga pelepasan stok dari kedua negara berpotensi menjadi bagian penting dari upaya menambah pasokan di pasar global.

Topik Menarik