Action AI Boost Demo Day 2026 Tampilkan 10 Produk Berbasis AI yang Siap Unjuk Gigi
Action AI Boost, program akselerasi startup berbasis AI gratis, untuk mahasiswa dan founder startup tahap awal di Indonesia, menggelar Action AI Boost Demo Day 2026 sebagai rangkaian penutup Cohort 1 2026. Dalam acara ini, 10 finalis mempresentasikan produk berbasis AI yang mereka kembangkan setelah melalui empat tahapan dan 13 quest sepanjang program.
Para finalis yang tampil telah melewati proses pengembangan dan validasi selama program, termasuk menunjukkan traction melalui berbagai quest submission, sebelum mencapai tahap Demo Day. Digelar secara virtual melalui Boost Island, Demo Day menghadirkan pengalaman interaktif yang memungkinkan peserta menyaksikan live pitch, mengikuti sesi tanya jawab, mengunjungi booth masing-masing finalis, serta berinteraksi dengan para founder.
Format penjurian terdiri dari presentasi langsung selama tiga menit dan sesi live Q&A selama tiga menit untuk setiap finalis. Sepuluh finalis yang tampil dalam Action AI Boost Demo Day 2026 menghadirkan solusi yang beragam, mulai dari social productivity, teknologi dan SaaS, health and wellness, fintech, hingga solusi untuk industri kreatif dan olahraga, di antaranya Aksa, aplikasi sosial yang membantu pengguna membangun kebiasaan harian bersama orang terdekat.
Baca Juga: Dukung Startup RI Makin Adaptif dengan Memperluas Jejaring Internasional
ArcXora, aplikasi yang mengembangkan solusi connected intelligence untuk kebutuhan di era digital. Closales.ai, menghadirkan conversion intelligence app untuk membantu proses konversi bisnis. Fitara Indonesia, membantu pengguna menemukan jenis olahraga yang sesuai untuk mendukung potensi anak.
KULINK, merupakan digital workspace berbasis AI bagi kontraktor konstruksi skala kecil dan menengah untuk memantau progres proyek, mengelola tim lapangan, dan mengotomatisasi laporan. MESSE, mengembangkan solusi untuk membantu analisis saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX). NEXUM VENTORA, menghadirkan solusi smart traffic intelligence untuk mendukung pengelolaan lalu lintas website dari serangan bot.
Baca Juga: BuddyKu, Produk Digital Terbaru MNC Group dengan Teknologi Berbasis Big Data dan AI
Harga Pangan Terbaru Hari Ini 2 September 2026: Cabai Rawit Merah hingga Minyak Goreng Naik
Pillar AI menghadirkan solusi AI CFO untuk UKM di Indonesia yang membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih cepat. Racqee, memperkenalkan kamera tenis berbasis AI yang dirancang untuk mendukung aktivitas olahraga tenis, serta Visionyr mengembangkan platform strategic branding berbasis AI yang membantu mengubah ide menjadi identitas dan strategi merek yang lebih terarah. Produk yang ditampilkan mencakup beragam area.“Action AI Boost dirancang untuk mendorong peserta agar tidak berhenti di tahap ide. Sepanjang program, mereka didorong untuk terus mengembangkan produk, menguji solusi tersebut di pasar, dan menunjukkan bukti nyata bahwa apa yang mereka bangun memiliki potensi untuk berkembang. Oleh karena itu, ketika sampai di Demo Day, para finalis tidak hanya datang membawa ide, tetapi juga membawa hasil dari proses membangun, menguji, dan terus memperbaiki bisnis mereka,” ujar Director of Business Indonesia, UD IMPACT/underdogs, Dinda Hervi.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri, yaitu Patrick Yoon selaku CEO Ink Direct dari Korea, Mizan Lazuardi, AI Connect Program Lead di Telkom Indonesia, serta Fadhlan Fariz dari tim Investment BNI Ventures.
Panel menilai masing-masing finalis berdasarkan enam aspek utama, yakni kesesuaian antara masalah dan solusi, traction dan bukti pendukung, model bisnis, penggunaan AI dalam produk, dampak yang dihasilkan, serta kualitas pitch dan penyampaian. Dalam aspek penggunaan AI, penilaian secara khusus melihat apakah AI menjadi bagian integral dari produk, bukan sekadar fitur atau label tambahan.
Perluas Akses ke Ekosistem Startup Korea Selatan
Sebagai bagian dari kelanjutan program, tiga tim dengan hasil terbaik akan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jaringan di Korea Selatan. Melalui kesempatan ini, para tim akan terhubung dengan ekosistem entrepreneur Korea Selatan, sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi, pengembangan pasar, dan pertumbuhan bisnis lebih lanjut.Pada akhir rangkaian Demo Day, Aksa terpilih sebagai pemenang pertama Action AI Boost Demo Day 2026 melalui aplikasi sosial berbasis AI yang membantu pengguna membangun dan mempertahankan action streaks bersama, dengan dukungan AI agent yang proaktif.
Sementara itu, Racqee menempati posisi runner-up melalui solusi kamera tenis berbasis AI untuk mendukung aktivitas dan pengalaman bermain tenis, sekaligus meraih penghargaan People’s Choice sebagai finalis dengan perolehan suara terbanyak dari audiens. Posisi ketiga diraih oleh Fitara Indonesia, finalis yang membantu pengguna menemukan jenis olahraga yang sesuai untuk mendukung potensi anak.“Terpilihnya kami sebagai pemenang tentu menjadi momen yang sangat membanggakan, terutama setelah melalui proses belajar dan pengembangan yang intens sepanjang program. Sejak hari pertama, kami mendapatkan banyak insight, mulai dari traction pertama hingga kesempatan bertemu dengan investor," ungkap Founder dan CEO Aksa, Haris Farrasi.
"Berhadapan langsung dengan pasar mengajarkan kami bahwa setiap fitur harus dibangun berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan asumsi semata. Sejak peluncuran, kami terus memperbaiki produk berdasarkan masukan yang diterima, dan ke depannya kami ingin terus mengembangkannya agar semakin relevan dan bermanfaat bagi pengguna,” lanjutnya.
Demo Day menandai berakhirnya rangkaian Action AI Boost Cohort 1 2026 sekaligus menjadi awal bagi para finalis untuk melanjutkan pengembangan produk dan bisnis mereka. Melalui pengalaman, jejaring, dan validasi pasar yang diperoleh sepanjang program, para finalis diharapkan dapat terus menyempurnakan solusi mereka dan membuka peluang pertumbuhan berikutnya.









