APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan

APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan

Ekonomi | sindonews | Senin, 28 September 2026 - 13:42
share

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan, bahwa pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal dan stabilitas sektor keuangan nasional guna menjaga daya tahan perekonomian Indonesia dari eskalasi guncangan global. Menurut Juda, berbagai risiko global saat ini saling terhubung secara kompleks.

Sebagai contoh, konflik geopolitik berpotensi mengganggu pasokan minyak dan memicu kenaikan harga energi, yang pada gilirannya berdampak pada inflasi, suku bunga global, arus modal, nilai tukar, hingga biaya pembiayaan. Oleh karena itu, kebijakan fiskal melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN dituntut berperan optimal sebagai peredam guncangan (shock absorber) sembari menjaga disiplin dan keberlanjutan keuangan negara.

“Strategi fiskal harus tetap adaptif, prudent, dan berorientasi pada pertumbuhan; melindungi perekonomian saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan,” ujar Juda dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Menkeu Suahasil: APBN Harus Terus Pertajam Belanja, Bukan Sekadar Potong Anggaran

Di samping ketahanan fiskal, Juda menilai stabilitas sektor keuangan merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sistem keuangan tidak hanya harus stabil dan efisien, tetapi juga perlu diperdalam agar makin inklusif dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif, UMKM, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja.

Mengenai pesatnya transformasi digital dan adopsi kecerdasan artifisial (AI), Wamenkeu mengingatkan agar efisiensi teknologi tetap diimbangi dengan manajemen risiko dan tata kelola yang kuat. Sektor keuangan tetap membutuhkan bantalan (buffers) serta skenario kontingensi untuk menjamin keberlangsungan layanan dan menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga: Utang Obligasi BLBI Warisan Krismon Lunas, Menkeu Diminta Jelaskan Efeknya ke Keuangan Negara

Untuk memperkuat benteng ekonomi nasional, koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, makroprudensial, serta regulasi jasa keuangan terus dipererat, salah satunya melalui wadah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Ketahanan bukan berarti tidak adanya guncangan. Ketahanan adalah kemampuan kita untuk menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bergerak maju tanpa kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik,” tegas Juda.

Topik Menarik