Ekosistem Digital, Akses Kredit Mulai Dijajaki Berbasis AI

Ekosistem Digital, Akses Kredit Mulai Dijajaki Berbasis AI

Ekonomi | okezone | Rabu, 16 September 2026 - 14:35
share

JAKARTA — Layanan pembiayaan di Indonesia berpotensi terintegrasi ke dalam ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Hal tersebut menyusul nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Home Credit Indonesia dengan PT Indosat Tbk untuk menjajaki pengembangan layanan pembiayaan terintegrasi (embedded financing) di ekosistem digital Indosat.

Melalui kerja sama tersebut, layanan pembiayaan yang dihadirkan terintegrasi dengan pengalaman digital pengguna. Pemanfaatan AI juga akan dikaji untuk membuat layanan pembiayaan lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Chief Product Officer Home Credit Indonesia Manu Pal menjelaskan, rencana kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengembangkan akses pembiayaan melalui kanal digital dan kemitraan.

"Ini mencerminkan komitmen kami untuk hadir di tengah kehidupan digital masyarakat Indonesia sehari-hari, bukan hanya ketika mereka mengajukan pembiayaan. Skala Indosat serta kepemimpinannya dalam menghadirkan personalisasi berbasis AI dalam pengalaman layanan digital menjadikannya mitra yang ideal bagi kami dalam membangun layanan pembiayaan yang lebih relevan, mudah diakses, dan didukung AI di Indonesia," ujar Manu, Rabu (16/9/2026). 

Sementara itu, Director and Chief Growth Officer Indosat Ooredoo Hutchison Apoorva Mehrotra menambahkan, integrasi ekosistem digital dan layanan pembiayaan berpotensi membuat akses pembiayaan lebih mudah bagi masyarakat.

"Dengan menggabungkan jangkauan pelanggan dan ekosistem digital Indosat dengan kapabilitas pembiayaan Home Credit, kami melihat peluang untuk menjadikan pembiayaan lebih mudah diakses, lebih relevan, dan lebih praktis sebagai bagian dari pengalaman digital sehari-hari. Hal ini akan menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pelanggan kami sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ujar Apoorva.

Berdasarkan The Global Findex Database 2025, hanya 15 orang dewasa di Indonesia yang pernah meminjam dari lembaga pembiayaan formal. Data tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang belum memiliki akses terhadap kredit formal.

Home Credit saat ini melayani lebih dari 6,9 juta pelanggan melalui lebih dari 24.000 titik distribusi di Indonesia. Sementara itu, Indosat memiliki lebih dari 100 juta pelanggan.

Melalui rencana kolaborasi tersebut, kedua perusahaan akan mengeksplorasi pemanfaatan basis pelanggan dan ekosistem digital untuk memperluas akses terhadap layanan pembiayaan.

Namun, kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan. Implementasi layanan pembiayaan terintegrasi, termasuk bentuk produk dan mekanisme penggunaannya, akan bergantung pada hasil pembahasan lebih lanjut antara kedua perusahaan.

Topik Menarik