Harga Minyak Bervariasi, Konflik AS-Iran Topang Kekhawatiran Gangguan Pasokan
IDXChannel - Harga minyak bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (4/9/2026).
Harga minyak mendapat dukungan setelah serangan AS terhadap Iran dan ancaman baru Israel terhadap Teheran kembali memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Namun, kenaikan harga tertahan oleh pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi perdamaian.
Kontrak berjangka (futures) minyak Brent ditutup turun 11 sen atau 0,12 persen menjadi USD95,52 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 29 sen atau 0,32 persen menjadi USD91,30 per barel. Kedua kontrak sempat menyentuh level tertinggi dalam enam pekan pada awal perdagangan.
Menteri Kesehatan Iran mengatakan 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka dalam serangan AS pada Selasa malam di sejumlah wilayah Iran. Bulan Sabit Merah Iran menyebut empat orang tewas dan 67 lainnya terluka dalam sebuah acara pernikahan di dekat pesisir Selat Hormuz.
Tiga pilot Angkatan Darat Iran juga tewas dalam serangan AS tersebut, menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim.
Telkom Perluas Digitalisasi Pendidikan lewat PIJAR, Lebih dari 718 Ribu Siswa Rasakan Manfaat
Serangan tersebut menjadi pertukaran tembakan paling besar antara AS dan Iran sejak Juli. Perang yang dimulai setelah serangan AS-Israel pada akhir Februari itu kini memasuki bulan ketujuh.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa AS tidak berencana menggelar pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
"Pasar akan mencermati apakah serangan AS pada awal pekan ini hanya terjadi sekali atau akan berlanjut," ujar analis UBS Giovanni Staunovo, seperti dikutip Reuters.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz kembali memperingatkan bahwa Israel akan "melumpuhkan" infrastruktur militer dan sipil Iran, termasuk fasilitas energi, jika Teheran melancarkan serangan terhadap Israel.
Analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan pernyataan Katz turut mendorong harga minyak lebih tinggi.
Di sisi lain, pernyataan Putin yang menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi perdamaian dengan Ukraina berpotensi meredakan kekhawatiran terkait gangguan pasokan bahan bakar Rusia.
JTPE Raup Penjualan Rp672,9 Miliar di Semester I-2026, Ditopang Lini Bisnis Dokumen Sekuriti
“Hal ini dapat terjadi jika serangan terhadap kilang minyak Rusia berkurang dan produksi kembali normal, sehingga menjadi faktor yang menekan harga minyak pada Kamis,” kata Phil Flynn dari Price Futures Group.
Putin mengatakan pada Kamis bahwa terdapat peluang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina.
Dalam forum ekonomi di wilayah timur jauh Rusia, Putin mengatakan sejumlah negara, termasuk AS dan China, siap mendukung penyelesaian damai.
Data pelayaran awal menunjukkan enam kapal komoditas melintasi Selat Hormuz pada Rabu, turun dari 11 kapal sehari sebelumnya dan jauh di bawah rata-rata 10 hari sekitar 13 kapal.
"Pasar minyak masih ketat, sementara persediaan minyak global terus menurun dan mendorong harga menjadi lebih tinggi," ujar Staunovo. (Aldo Fernando)









