Bisnis Operator Jalan Tol Topang Kinerja Jasa Marga (JSMR) pada Semester I-2026
IDXChannel - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatat penurunan pendapatan pada enam bulan pertama tahun ini. Meski begitu, segmen konsesi atau operator jalan tol yang menjadi bisnis inti (core business) menjadi penopang utama kinerja perseroan.
Jasa Marga meraih total pendapatan sebesar Rp13,1 triliun pada semester I-2026, turun 6 persen secara tahunan. Penyebab utama penurunan berasal dari bisnis konstruksi jalan tol yang anjlok 36 persen menjadi Rp2,80 triliun.
Namun, pelemahan tersebut ditahan oleh pendapatan jalan tol yang naik 21 persen menjadi Rp9,51 triliun. Dengan begitu, profitabilitas Jasa Marga tetap terjaga, bahkan laba bersih masih tumbuh 2 persen menjadi Rp1,91 triliun di periode yang sama.
Dalam laporan keuangan auditan, Senin (31/8/2026), penurunan pendapatan konstruksi, terutama terjadi di PT Jasamarga Japek Selatan dan PT Jasamarga Jogja Solo. Kendati demikian, perseroan juga mulai mendapat pendapatan dari PT Jasamarga Akses Patimban pada 2026.
Sementara itu, pendapatan Jasa Marga sebagai operator jalan tol disumbang dari keberadaan jaringan tolnya di Jawa. Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) masih menjadi menempati urutan pertama dengan kontribusi atas pendapatan sebesar Rp935 miliar sepanjang Januari-Juni 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono mengatakan, pencapaian pada semester I-2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.
“Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem manajemen lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol. Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan dalam keterangan resmi.
Secara operasional, total volume transaksi pengguna jalan tol sepanjang semester I-2026 mencapai 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan per hari.
Untuk menjaga posisinya sebagai market leader jalan tol, Jasa Marga juga terus memperkuat perannya. Hingga akhir Juni 2026, dari total konsesi sepanjang 1.736 kilometer (km) yang dimiliki, perseroan telah mengoperasikan 1.294 km jalan tol atau setara 42 persen dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.
Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru atau traffic generation sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.
(Rahmat Fiansyah)









