Sempat Turun Beruntun, Harga Minyak Dunia Bakal OTW Melonjak 20?

Sempat Turun Beruntun, Harga Minyak Dunia Bakal OTW Melonjak 20?

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 20:48
share

Anomali pasar minyak mentah dunia kembali terulang yang membingungkan pelaku pasar. Meskipun harga acuan merosot dalam beberapa hari terakhir, minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) justru berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan lonjakan harga mendekati 20 secara bulanan (monthly surge).

Minyak acuan Brent saat ini diperdagangkan pada level USD87,67 per barel, sementara WTI berada di kisaran USD82,07 per barel. Penurunan harian sebesar 1 ini dipicu oleh laporan awal bahwa armada kapal tanker mulai nekat kembali melintasi Selat Hormuz, meskipun konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran masih membara.

Taktik Tanker Gelap di Selat Hormuz & Pasokan Tersembunyi

Meskipun lalu lintas kapal di Selat Hormuz baru mencapai porsi kecil dibanding kondisi sebelum jet tempur AS dan Israel melancarkan serangan pertama ke Iran pada 28 Februari lalu. Setiap kabar sekecil apa pun terkait pergerakan kapal langsung direspons oleh pasar dengan penurunan harga berjangka.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Meluas, Harga Minyak Dunia Justru Merosot Lebih 1Strategi penyelundupan minyak (shuttling) diam-diam kembali marak terjadi di perairan panas tersebut. "Laporan menunjukkan aktivitas pengangkutan minyak melintasi selat mulai berjalan kembali. Hal ini tidak akan terdeteksi oleh data pelacakan resmi karena kapal-kapal sengaja mematikan transponder (satilite tracking) mereka," ungkap tim analis komoditas ING.

Menteri Energi AS, Chris Wright mengonfirmasi bahwa saat ini diperkirakan ada sekitar 13 juta barel minyak per hari yang secara bertahap keluar dari kawasan Teluk Persia.

Warning Cadangan Minyak AS Menipis, Harga Siap Mendidih Lagi?

Di balik koreksi harga jangka pendek, pasar menyimpan bom waktu kenaikan harga (bullish catalyst) yang sangat nyata. Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) milik Amerika Serikat dilaporkan makin menipis kritis. Departemen Energi AS menegaskan intervensi pelepasan cadangan minyak untuk menekan harga akan segera dihentikan.

Sentimen Pasca-Pelepasan SPR, tanpa adanya pasokan darurat dari SPR AS ke pasar, benteng penahan inflasi energi resmi runtuh, yang berisiko memicu lonjakan harga baru. Baca Juga: AS-Iran Damai, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi ke Level Terendah: Brent Dijual USD84/BarelDi sisi lain, upaya penstabilan kawasan mulai membentang. Arab Saudi mengonfirmasi bahwa 14 negara -termasuk Turki, Pakistan, Mesir, Sudan, dan Jibuti- resmi bergabung dalam koalisi pertahanan untuk mengamankan Selat Bab el-Mandeb dan Teluk Aden di laut merah dari ancaman serangan milisi.

Analis Again Capital, John Kilduff menilai bahwa potensi melimpahnya pasokan yang tertahan di kawasan Teluk saat konflik selesai menjadi faktor utama yang menahan harga minyak agar tidak melonjak ke tingkat yang jauh lebih ekstrim. Apakah penghentian intervensi cadangan minyak AS akan membuat harga minyak mendidih kembali tembus USD100 per barel?

Topik Menarik