ESDM Siapkan 30 Ribu Tabung CNG 3 Kg, Uji Coba Dimulai untuk UMKM

ESDM Siapkan 30 Ribu Tabung CNG 3 Kg, Uji Coba Dimulai untuk UMKM

Ekonomi | okezone | Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:03
share

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap memproduksi tabung CNG (Compressed Natural Gas atau gas alam terkompresi) agar dapat digunakan oleh rumah tangga dengan ukuran 3 kg. Pengadaan tabung gas CNG ukuran 3 kg akan dilakukan secara bertahap, mulai dari produksi 10 ribu tabung hingga 30 ribu tabung sebagai wadah CNG.

"Badan usaha yang nanti akan ditunjuk produksi tabungnya, itu nanti akan ditugaskan mengadakan dalam jumlah skala yang seperti sudah diumumkan, lebih dari 10.000, 20.000, 30.000 (tabung)," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaiman, saat ditemui usai acara pembukaan Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Sejalan dengan rencana tersebut, Laode menyebut saat ini pihaknya telah memasuki tahap uji coba untuk penggunaan CNG oleh UMKM. Usaha yang disasar utamanya adalah penyewa tenant di kantin kantor Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas.

"Kita melakukan beberapa uji dulu. Kita memanfaatkan UMKM nanti yang ada di dalam lingkungan Lemigas. Di sana ada kantin. Kita mau coba manfaatkan dulu di situ, sambil kita evaluasi," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan BUMN, PT Pindad (Persero), untuk memproduksi tabung gas CNG ukuran 3 kg yang akan digunakan oleh rumah tangga.

"CNG masih dilakukan uji coba di China, habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini. Kita akan melakukan dengan Pindad," kata Bahlil saat ditemui usai acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Sebelumnya, PT Pindad telah menandatangani perjanjian riset dan pengembangan bersama strategis dengan PT Pertamina (Persero) yang dilaksanakan di Grha Pindad, Bandung, pada 6 Januari 2026. Adapun penandatanganan kerja sama strategis ini bertujuan untuk melakukan Studi Pengembangan Natural Gas untuk Kemandirian Energi Nasional.

Mengutip situs resmi perusahaan, ruang lingkup perjanjian kerja sama ini mencakup kajian teknis dan desain, kajian standardisasi dan regulasi, serta kajian ekonomi dan pasar terkait natural gas atau CNG.

Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah mengkaji potensi, teknologi, aspek keselamatan (safety), dan penetapan harga dalam pengembangan produksi tabung serta fasilitas pengisian Natural Gas, yakni Compressed Natural Gas (CNG), Liquefied Natural Gas (LNG), dan Adsorbed Natural Gas (ANG), sebagai sumber energi bersih yang terjangkau untuk mendukung kemandirian energi nasional.

Topik Menarik