Prabowo Heran Rakyat Masih Banyak yang Miskin, tapi Masih Bisa Tersenyum

Prabowo Heran Rakyat Masih Banyak yang Miskin, tapi Masih Bisa Tersenyum

Ekonomi | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:36
share

Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan, namun Presiden mengaku heran mereka yang hidup di tengah kemiskinan itu masih bisa tersenyum. Hal ini disampaikanPrabowo saat meresmikan motor listrik nasional (Molinas) dan ekosistem pendukung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

ā€œRakyat kita masih banyak yang miskin. Yang luar biasa rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu setel. Rumahnya hanya gubuk, makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum," terangnya.

Prabowo mengungkap, keramahan merupakan sifat asli bangsa Indonesia. Menurutnya, sifat itu terkandung dalam DNA orang-orang Indonesia. Namun, sayangnya sifat itu dianggap oleh bangsa-bangsa lain sebagai sifat yang lemah.

Baca Juga: BPS Lapor Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07 per Maret 2026

"We are considered the soft state (Kita dianggap sebagai negara yang lunak). Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita," ujarnya.

Prabowo menyatakan sudah terlalu lama sumber daya alam Indonesia diambil, diselundupkan, dan tidak dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Ia menyampaikan bahwa ada saja tantangan yang terus berdatangan dari masa ke masa, di saat Indonesia telah berada di tahap lepas landas menjadi negara maju.

Baca Juga: Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

"Kaum muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban," ungkap dia.

Prabowo juga menyampaikan Indonesia ditakdirkan terlahir sebagai bangsa yang majemuk. Ia menyebut Indonesia ditakdirkan memiliki banyak suku, agama, hingga bahasa daerah yang berbeda-beda. Di tengah perbedaan itu, rakyat Indonesia bisa hidup rukun dan tentram satu sama lain.

"Itu yang banyak bangsa merasa heran dengan kita," tutupnya.

Topik Menarik