Ekosistem BeliLokal Dorong Penjualan Produk Lokal Tumbuh 51 di Semester I 2026
Ekosistem BeliLokal yang dikembangkan Tokopedia dan TikTok Shop mendorong peningkatan penjualan produk lokal hingga 51 pada semester I 2026 menjadi hampir 700 juta produk. Pertumbuhan tersebut didukung pemanfaatan Discovery Commerce serta berbagai program pemberdayaan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal dan UMKM.
"Mendukung UMKM tidak cukup hanya dengan membuka akses pasar. Pemberdayaan yang sesungguhnya adalah ketika pelaku usaha juga memperoleh pendampingan, peningkatan kapasitas, akses terhadap legalitas usaha, serta kesempatan untuk membangun jejaring dan berkolaborasi," kata Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana dalam Perayaan Kolaborasi BeliLokal di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga:TikTok Shop Dorong Industri Fesyen Lokal Melalui Discovery Commerce
Temmy menilai kolaborasi pemerintah dan sektor swasta diperlukan agar UMKM Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Menurut dia, BeliLokal tidak hanya menjadi kampanye, tetapi ruang kolaborasi yang memberikan dukungan bagi UMKM untuk tumbuh dan naik kelas.
Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan BeliLokal kini berkembang dari kampanye menjadi ekosistem pemberdayaan yang berlangsung sepanjang tahun. Ekosistem tersebut mencakup peningkatan kapasitas, edukasi, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), peningkatan kesadaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pemanfaatan Discovery Commerce, serta kolaborasi dengan pemerintah, kreator, institusi pendidikan, dan mitra strategis.
Dari sisi kinerja, jumlah penjual yang berpartisipasi dalam kampanye BeliLokal meningkat 50 dibandingkan semester I 2025. Nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) juga tumbuh 14, sementara jumlah produk lokal yang terjual meningkat 51 menjadi hampir 700 juta produk.Pertumbuhan tercatat di sejumlah kategori utama, antara lain fesyen yang meningkat 22 dan barang konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG) sebesar 12. Program BeliLokal juga telah menjangkau lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan afiliator melalui berbagai kegiatan edukasi, dengan mayoritas peserta berasal dari luar Jabodetabek dan sekitar separuh pelatihan diselenggarakan di luar Pulau Jawa.Stephanie mengatakan pengembangan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk mengurangi biaya berjualan secara daring, memperkuat kesiapan usaha, serta meningkatkan visibilitas produk lokal. Berbagai program seperti LokalMendunia, One City One Product (OCOP), Waktunya STARt!, lokakarya bisnis, JualanNyaman, dan edukasi NIB serta HKI menjadi bagian dari upaya tersebut.
Baca Juga:TikTok Shop dan Tokopedia Kolaborasi Dorong Aktivitas Ekonomi selama Ramadan
Menurut Stephanie, Discovery Commerce turut memberikan peluang bagi produk lokal untuk lebih mudah ditemukan konsumen melalui konten video, LIVE Shopping, serta kolaborasi dengan kreator dan afiliator. Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha tidak hanya memperluas jangkauan pasar, tetapi juga memperoleh masukan langsung dari konsumen untuk mengembangkan produk.
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan ekosistem tersebut adalah Facetology, merek kecantikan yang berdiri sejak 2022. Sementara itu, Apelicious, merek camilan sehat asal Malang, memanfaatkan LIVE Shopping, Flash Sale, serta kolaborasi dengan kreator dan afiliator untuk memperluas pasar hingga berbagai wilayah Indonesia.
Stephanie mengatakan BeliLokal akan terus dikembangkan untuk membantu semakin banyak pelaku usaha lokal memperkuat daya saing dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. “Kami ingin terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, kreator, mitra, dan masyarakat melalui BeliLokal agar semakin banyak pelaku usaha lokal dapat naik kelas, membangun bisnis yang lebih berdaya saing, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.









